Pemkot Kediri Dorong Remaja Masjid Jaga Lingkungan, Ajak Peduli Go Green
Pemerintah Kota Kediri menginisiasi Jambore Go Green untuk mendorong peran aktif Remaja Masjid Jaga Lingkungan, melalui aksi nyata dan edukasi pengolahan sampah.
Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, secara aktif mendorong penguatan peran remaja masjid untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Inisiatif ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Jambore Go Green Remaja Masjid Kota Kediri yang berfokus pada aksi nyata dan edukasi lingkungan.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghadapi tantangan lingkungan global yang semakin mendesak. Kegiatan ini diharapkan mampu membekali para remaja dengan pengetahuan serta kesadaran untuk bertindak nyata dari lingkungan terdekat mereka.
Acara Jambore Go Green tersebut diselenggarakan pada Minggu (30/11) di Masjid Darus Sa'adah Bandar Kidul, Kota Kediri, dengan melibatkan sekitar 300 remaja masjid. Mereka diajak untuk tidak hanya beribadah, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Peran Krusial Remaja Masjid dalam Menjaga Lingkungan
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menggarisbawahi bahwa peran remaja masjid sangat krusial dalam upaya menjaga lingkungan tetap asri. Menurutnya, mereka memiliki potensi besar untuk melakukan berbagai aksi nyata yang dapat dimulai dari lingkungan masjid itu sendiri.
Vinanda menyatakan, "Saat ini dunia sedang menghadapi tantangan yang besar. Salah satunya berkaitan dengan lingkungan. Kita lihat beberapa waktu terakhir terjadi bencana banjir di beberapa daerah di mana diperlukan aksi nyata kita dalam menjaga lingkungan." Pernyataan ini menegaskan urgensi keterlibatan semua pihak, termasuk remaja masjid, dalam isu lingkungan.
Kegiatan Jambore Go Green Remaja Masjid Kota Kediri ini dipandang sebagai inisiatif positif yang melampaui aktivitas ibadah semata. Remaja masjid diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari komunitas ibadah, melainkan juga penggerak perubahan sosial yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan.
Melalui jambore ini, generasi muda mendapatkan wawasan dan pemahaman mendalam tentang isu-isu lingkungan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat disebarluaskan ke lingkungan masing-masing, sehingga semakin banyak individu yang tergerak untuk peduli terhadap kelestarian alam.
Edukasi dan Aksi Nyata dalam Jambore Go Green
Jambore Go Green Remaja Masjid Kota Kediri menyajikan beragam kegiatan edukatif dan aksi nyata yang melibatkan para peserta. Mereka diajak berdiskusi dan belajar tentang berbagai aspek penting, mulai dari pengolahan sampah, pentingnya menjaga pohon, hingga penghematan energi dan air.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah sosialisasi mengenai eco enzym. Para peserta diberikan edukasi langsung tentang cara membuat eco enzym menggunakan bahan baku dari buah-buahan yang kaya kandungan air. Proses pengolahan, penimbangan bahan, serta manfaat segudang eco enzym dijelaskan secara detail.
Selain edukasi, aksi tanam pohon juga menjadi bagian integral dari jambore ini. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turut serta dalam penanaman pohon mangga yang dipilih karena sifatnya yang produktif. Penanaman ini menjadi simbol komitmen untuk menghijaukan Kota Kediri.
Imam Wihdan Zarkasyi, Anggota DPRD Kota Kediri dan Penggagas Jambore Go Green, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan alternatif positif bagi remaja masjid. "Di samping mendekatkan remaja masjid dengan kegiatan lingkungan, tentu kesadaran terhadap pengolahan sampah dan pemanfaatan limbah itu perlu dipahamkan ke remaja masjid," ujarnya.
Membentuk Agen Perubahan Lingkungan yang Solid
Jambore Go Green ini dirancang untuk menjadikan remaja masjid lebih solid dan aktif dalam kegiatan lingkungan. Dengan menyediakan beragam aktivitas positif, diharapkan dapat mengurangi potensi aktivitas negatif di luar masjid dan mengarahkan energi mereka pada hal-hal yang bermanfaat.
Beragam kegiatan positif yang bisa dilakukan oleh remaja masjid meliputi penanaman pohon, sosialisasi eco enzym, pengajian, hingga lomba dai dengan tema dakwah lingkungan. Pendekatan ini memastikan bahwa aspek spiritual dan sosial berjalan seiring dalam pembentukan karakter peduli lingkungan.
Imam Wihdan Zarkasyi berharap, "Harapannya kalau satu remaja masjid menanam pohon dan memeliharanya, maka Kota Kediri semakin hijau lagi." Pernyataan ini menunjukkan visi jangka panjang untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di seluruh penjuru kota.
Acara yang diikuti oleh sekitar 300 remaja masjid ini juga dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Kepala Bagian Kesra Yono Heryadi, Camat Mojoroto Abdul Rahman, Lurah Bandar Kidul Hero Sudarmawan, perwakilan PCNU Kota Kediri, serta tiga pilar kecamatan dan kelurahan. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif penguatan peran remaja masjid dalam menjaga lingkungan.
Sumber: AntaraNews