Banjarmasin Pilih Duta Pemuda Peduli Lingkungan 2025: Inilah Solusi Atasi Darurat Sampah dan Wujudkan Kota Asri?

Pemerintah Kota Banjarmasin menunjuk Duta Pemuda Peduli Lingkungan 2025 sebagai garda terdepan mengatasi darurat sampah dan mewujudkan kota asri, memantik rasa penasaran akan aksi nyata mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjarmasin Pilih Duta Pemuda Peduli Lingkungan 2025: Inilah Solusi Atasi Darurat Sampah dan Wujudkan Kota Asri?
Pemerintah Kota Banjarmasin menunjuk Duta Pemuda Peduli Lingkungan 2025 sebagai garda terdepan mengatasi darurat sampah dan mewujudkan kota asri, memantik rasa penasaran akan aksi nyata mereka. (Merdeka.com)

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, secara resmi memilih Duta Pemuda Peduli Lingkungan (Pepelingasih) untuk tahun 2025. Pemilihan ini bertujuan untuk menggerakkan kesadaran dan partisipasi aktif generasi muda dalam mewujudkan Banjarmasin yang bersih dan asri.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, pada Kamis (18/9) di Banjarmasin, menekankan pentingnya peran pemuda. Kepedulian mereka sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai permasalahan lingkungan yang sedang dihadapi kota ini.

Langkah ini diambil mengingat Kota Banjarmasin sedang bergulat dengan isu kebersihan yang serius, bahkan telah ditetapkan status darurat sampah. Status ini berlaku sejak Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI pada 1 Februari 2025.

Tantangan Lingkungan dan Komitmen Kota Seribu Sungai

Kota Banjarmasin menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks dan mendesak. Selain darurat sampah, kota ini juga berjuang keras untuk meningkatkan pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Upaya ini dilakukan agar kota yang akan berusia 499 tahun pada 24 September 2025 ini dapat menjadi lebih asri dan nyaman dihuni. Peningkatan RTH menjadi salah satu prioritas utama pemerintah kota.

Sebagai kota yang dikenal dengan julukan "Kota Seribu Sungai", Banjarmasin juga terus berupaya memperbaiki kondisi lingkungan sungai-sungainya. Pencegahan dan penanggulangan pencemaran sungai menjadi fokus penting dalam agenda lingkungan kota.

Melalui pemilihan Duta Pemuda Peduli Lingkungan Banjarmasin ini, diharapkan ada dorongan signifikan untuk perbaikan kualitas lingkungan secara menyeluruh. Para duta diharapkan menjadi agen perubahan yang efektif.

Amanah dan Aksi Nyata dari Wakil Wali Kota

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, menyampaikan harapannya yang besar kepada para Duta Pemuda Peduli Lingkungan terpilih. Ia menekankan pentingnya amanah dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas mereka.

“Saya ucapkan selamat kepada para duta. Saya ingin memastikan kalian yang dipilih oleh juri-juri kita itu bisa amanah dan bertanggung jawab,” ujarnya. Ananda berharap para duta dapat mewujudkan Banjarmasin yang bersih dan asri melalui aksi nyata.

Ananda juga mengingatkan agar peran para duta tidak hanya berhenti pada jargon semata. “Penting agar kalian benar-benar bisa menjadi pemuda peduli lingkungan yang bersih dan asri, wujudkan dengan aksi nyata, jangan sampai itu hanya jadi jargon semata,” tegasnya.

Pesan ini menggarisbawahi ekspektasi pemerintah kota terhadap kontribusi konkret dari para Duta Pemuda Peduli Lingkungan Banjarmasin. Mereka diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat luas.

Inovasi dan Kreativitas Duta Pemuda Terpilih

Kabid Kepemudaan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, M. Syarif, menjelaskan bahwa ajang pemilihan duta ini merupakan langkah awal. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di kalangan pemuda.

“Kita ingin mendorong lahirnya generasi muda yang ikut bergerak aktif, peduli dan kreatif dalam penghijauan kota Banjarmasin secara berkelanjutan,” ungkap Syarif. Ia menambahkan bahwa upaya mewujudkan Banjarmasin yang bersih, asri, dan sehat menjadi perhatian utama para duta.

Para pemenang pemilihan Duta Pemuda Peduli Lingkungan Banjarmasin 2025 menampilkan berbagai karya inovatif. Pemenang pertama adalah Noor Risa Utami dengan karya “Daur Ulang jadi Cuan”, yang berfokus pada ekonomi sirkular.

  • Pemenang kedua diraih oleh Reny Setiawati dengan karya “Bank Sampah Mahasiswa”, sebuah inisiatif pengelolaan sampah di lingkungan kampus.
  • Pemenang ketiga adalah Akhmad Zaini dengan “Eco Leader Academy”, program pengembangan kepemimpinan lingkungan.
  • Juara harapan satu adalah Chanda Halim dengan “Bahan Ajar Ramah Lingkungan dan Berbasis Kearifan Lokal”, yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan.
  • Juara harapan dua diraih oleh Abiyyu Hafizh dengan karya “Sisa Hijau”, sebuah konsep pemanfaatan limbah organik.

Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi gerakan lingkungan yang lebih luas di Kota Banjarmasin.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi