Pemkot Banjarmasin Imbau Warga Waspada Leptospirosis, Penyakit Kencing Tikus Mengintai
Pemerintah Kota Banjarmasin mengimbau warganya untuk waspada terhadap penyakit **leptospirosis** yang disebabkan kencing tikus, terutama di musim hujan dan rob. Ketahui gejalanya!
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh warganya. Mereka diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit leptospirosis. Penyakit ini diketahui bersumber dari bakteri yang terkandung dalam kencing tikus.
Imbauan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan. Kondisi geografis Banjarmasin yang sering dilanda genangan air akibat hujan deras dan rob menjadi faktor pemicu. Lingkungan basah memungkinkan bakteri penyebab leptospirosis menyebar lebih mudah.
Ramadhan menekankan bahwa luapan air banjir berpotensi besar tercemar bakteri ini. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati. Kewaspadaan dini sangat krusial untuk mencegah penyebaran penyakit yang berpotensi fatal ini.
Mengenali Bahaya dan Gejala Leptospirosis
Leptospirosis merupakan infeksi bakteri yang dapat menyerang manusia dan hewan. Bakteri ini masuk ke tubuh melalui kulit yang terluka atau selaput lendir. Kontak langsung dengan air atau tanah yang terkontaminasi kencing tikus menjadi jalur utama penularan. Penyakit ini sering disebut juga sebagai penyakit kencing tikus.
Gejala awal penyakit leptospirosis seringkali mirip dengan demam biasa. Penderita mungkin merasakan sakit kepala hebat, mual, dan muntah. Beberapa kasus juga menunjukkan kemerahan pada kulit sebagai tanda awal infeksi. Penting untuk tidak mengabaikan tanda-tanda ini.
Muhammad Ramadhan mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam mengenali tanda-tandanya. Terutama jika keluhan tersebut berlangsung lebih dari tiga hari tanpa perbaikan. Ia menyatakan, "Jika selama tiga hingga lima hari gejalanya tidak membaik, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat. Supaya bisa tertangani dengan cepat.”
Tanpa penanganan medis yang cepat dan tepat, leptospirosis dapat berkembang menjadi kondisi serius. Penyakit ini berisiko menyerang organ vital seperti hati dan ginjal. Dalam beberapa kasus ekstrem, infeksi leptospirosis bahkan bisa berakibat fatal bagi penderitanya.
Imbauan Pemkot dan Dukungan Legislatif
Meskipun belum ada laporan kasus leptospirosis yang terdeteksi di Banjarmasin, Pemkot tetap meningkatkan kewaspadaan. Kesiapan fasilitas layanan kesehatan juga terus dipersiapkan. Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi potensi wabah di masa mendatang.
Selain leptospirosis, Ramadhan juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit lain. Penyakit kulit dan kutu air juga sering muncul selama musim penghujan dan rob. Namun, ia menegaskan bahwa leptospirosis memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan penyakit kulit dan kutu air.
Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Ahmad Husaini, mengapresiasi langkah cepat Pemkot. Ia menekankan pentingnya sosialisasi informasi kesehatan ini secara luas. Husaini mengatakan, "Masalah kesehatan ini memang kita harus cepat menyampaikan ke masyarakat, ini sebagai bentuk pencegahan lebih dini."
Husaini berharap penanganan penyakit akibat banjir di daerah ini menjadi perhatian khusus pemerintah. Terutama di daerah padat penduduk yang sering terendam banjir, baik saat hujan maupun air pasang. Ia juga menyarankan agar Dinas Kesehatan lebih sering turun ke lapangan. "Dinkes harus sering turun ke lapangan ke daerah rawan banjir," tambahnya.
Sumber: AntaraNews