FOTO: Penyelamatan Singa Laut Sakit di Tengah Wabah Leptospirosis
Relawan Marine Mammal Center (Pusat Mamalia Laut) mengevakuasi singa laut California yang sakit dan terdampar di Pacific Grove, California, AS. (20/08/2025).
Relawan dari Marine Mammal Center (Pusat Mamalia Laut) mengevakuasi seekor singa laut California yang sakit dan terdampar di Pacific Grove pada 20 Agustus 2025. Kasus ini menambah daftar panjang wabah leptospirosis yang tengah melanda populasi singa laut di pesisir negara bagian tersebut. Sejak awal Juli 2025, tercatat lebih dari 100 singa laut California terjangkit leptospirosis. Sayangnya, hampir dua pertiga di antaranya tidak berhasil diselamatkan.
Leptospirosis merupakan penyakit ginjal serius yang umum menyerang singa laut, dan cenderung muncul setiap tiga hingga lima tahun sekali. Penyakit ini terutama menular melalui urin. Ketika ribuan singa laut berkumpul di pantai, kontaminasi dapat menyebar ke pasir dan lingkungan sekitar.Ancaman ini tidak hanya berbahaya bagi satwa laut. Manusia maupun hewan peliharaan juga berisiko tertular jika bersentuha dengan air atau tanah yang terkontaminasi.
Pada manusia, gejala leptospirosis meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, penyakit kuning, muntah, diare, hingga ruam kulit. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen, namun umumnya bisa diobati dengan antibiotik.
Pusat Mamalia Laut di Sausalito melaporkan, wabah kali ini paling banyak memengaruhi singa laut di wilayah California Tengah dan Utara. Setiap hewan yang dievakuasi akan menjalani pemeriksaan lengkap, termasuk tes darah, urine, hingga ultrasonografi untuk mengetahui tingkat kerusakan ginjal. Perawatan dilakukan dengan pemberian antibiotik, cairan intravena untuk menstabilkan ginjal, serta obat pelindung lambung guna mencegah tukak. Proses pemulihan dapat memakan waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan, sebelum singa laut yang sembuh dilepasliarkan kembali ke habitatnya.