Bahaya Penyakit Leptopirosis dari Bakteri dalam Urine Tikus: 6 Orang di Yogyakarta Meninggal

Kasus penyakit Leptopirosis dengan korban meninggal dunia ditemukan di Kota Yogyakarta.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Bahaya Penyakit Leptopirosis dari Bakteri dalam Urine Tikus: 6 Orang di Yogyakarta Meninggal
Ada Penelitian sebut Tikus Bisa Dengar Suara Kumisnya Sendiri (ilustrasi dibuat dengan ChatGPT)

Kasus penyakit Leptopirosis dengan korban meninggal dunia ditemukan di Kota Yogyakarta. Total selama tahun 2025 ini, ada 6 orang di Kota Yogyakarta yang meninggal karena Leptopirosis.

Leptopirosis sendiri merupakan penyakit yang disebabkan karena bakteri Leptospira interrogans. Biasanya bakteri ini ditularkan melalui urine binatang seperti tikus. Bakteri ini menyerang fungsi ginjal hingga menyebabkan gagal ginjal dan berujung pada kematian.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta Lana Unwamah menyebut satu pasien meninggal dunia pada Senin (8/7) lalu. Pasien merupakan warga Kemantren (Kecamatan) Jetis berumur 50 tahun.

Lana membeberkan pasien mulai sakit sejak 30 Juni 2025 lalu. Namun baru mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit seminggu setelahnya atau pada Minggu (7/7).

"Pasien berasal dari Kemantren Jetis. Sakit sejak 30 Juni 2025 dan dirawat di rumah sakit pada 7 Juli 2025," kata Lana, Kamis (10/7).

"Awalnya cuma merasakan sakit biasa. Kemudian waktu di rumah sakit ternyata dia terdiagnosis (Leptopirosis) dan harus melakukan cuci darah," sambung Lana.

Lana menerangkan di rumah sakit awal karena tidak ada fasilitas cuci darah kemudian pasien dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Lana menceritakan cuci darah sudah siap dilakukan namun pasien belum sempat mendapatkan layanan cuci darah sudah meninggal.

Rincian Korban

Lana merinci di Kota Yogyakarta pada tahun 2025 ini total ada 19 orang yang terkena Leptopirosis. Dari 19 orang ini 6 orang dilaporkan meninggal dunia.

Lana membeberkan dari 14 kemantren atau kecamatan di Kota Yogyakarta, penyakit Leptopirosis ini menyebar di 11 kemantren. Saat ini hanya 3 kemantren yang masih bebas dari Leptopirosis yakni Kraton, Danurejan dan Gondomanan.

"Rinciannya di Kemantren Mergangsan 1 kasus, Mantrijeron 1 kasus, Gondokusuman 1 kasus, Kotagede 2 kasus, Umbulharjo 1 kasus, Pakualaman 2 kasus, Gedongtengen 2 kasus, Wirobrajan 1 kasus, Ngampilan 2 kasus, Jetis 3 kasus dan Tegalrejo 3 kasus," ungkap Lana.

"Pasien yang meninggal dari Kemantren Pakualaman 1 orang, Gedongtengen 1 orang, Ngampilan 2 orang, Wirobrajan 1 orang dan Jetis 1 orang," lanjut Lana.

Lana menambahkan kasus Leptopirosis di Kota Yogyakarta ditahun 2025 ini naik dibandingkan tahun 2024. Pada tahun 2024 ada 10 temuan kasus Leptopirosis dengan 2 kasus meninggal dunia.

Rekomendasi