Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah telah mendapatkan respons yang sangat positif dari para orang tua. Program ini dinilai berhasil membantu murid baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah sejak hari pertama. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen Kemendikdasmen dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan mendukung perkembangan peserta didik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa MPLS Ramah merupakan bagian dari upaya strategis untuk mengubah tradisi perpeloncoan menjadi budaya sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati. Pernyataan ini disampaikan Abdul Mu’ti di Jakarta pada hari Sabtu, menegaskan pentingnya lingkungan sekolah yang kondusif bagi pertumbuhan anak. Inisiatif ini diharapkan dapat menghilangkan stigma negatif terkait masa orientasi siswa.
Melalui MPLS Ramah, Kemendikdasmen bertekad membangun lingkungan sekolah yang menumbuhkan rasa saling menghargai, memuliakan guru, menghormati orang tua, serta mencintai ilmu pengetahuan. Abdul Mu’ti juga menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi bangsa, serta kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya. Program ini menjadi fondasi penting untuk membentuk karakter siswa yang unggul.
Advertisement
Advertisement
Transformasi Budaya Sekolah Melalui MPLS Ramah
MPLS Ramah merupakan inisiatif Kemendikdasmen yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan mendukung adaptasi murid baru. Program ini dirancang untuk menggantikan praktik perpeloncoan yang seringkali menimbulkan trauma bagi siswa dengan kegiatan yang konstruktif dan menyenangkan. Fokus utama adalah membangun suasana yang membuat murid merasa diterima dan antusias untuk belajar.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan bahwa program ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan penuh penghargaan. “Kami menyampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang senantiasa dengan penuh ketulusan memberikan yang terbaik untuk mendidik putra-putri bangsa. Kami juga berterima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mendampingi anak-anak menjadi generasi Indonesia yang hebat,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam proses pendidikan.
Tujuan utama MPLS Ramah adalah menumbuhkan rasa saling menghargai di antara siswa, memuliakan peran guru, menghormati orang tua, dan memupuk kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Dengan demikian, diharapkan terbentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki etika dan moral yang baik. Program ini menjadi fondasi awal bagi perjalanan pendidikan yang positif bagi setiap murid.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif dan Antusiasme Orang Tua
Salah satu orang tua murid dari SD Negeri 1 Binangga, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Imas Afriana, mengungkapkan manfaat nyata dari pelaksanaan MPLS Ramah. Putrinya, Alzena Zunaira Khairunnisa, menunjukkan peningkatan antusiasme untuk berangkat ke sekolah setelah mengikuti program tersebut. Pengalaman positif ini mencerminkan keberhasilan program dalam menciptakan kesan pertama yang baik bagi murid baru.
Menurut Imas Afriana, berbagai kegiatan yang dirancang oleh sekolah berhasil membuat anaknya lebih mudah mengenal lingkungan baru sekaligus menumbuhkan semangat belajar. “Kegiatannya seru dan inovatif. Tur keliling sekolah membuat anak-anak mengenal fungsi setiap ruangan, sementara ice breaking dan permainan kelompok sangat membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru,” jelasnya. Kegiatan interaktif ini terbukti efektif dalam memecah kebekuan dan membangun ikatan sosial di antara siswa.
Imas Afriana berharap sekolah tidak hanya fokus pada pembekalan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan empati sejak dini. Harapan ini sejalan dengan visi MPLS Ramah yang ingin membentuk pribadi siswa secara holistik. Pengalaman positif dari SD Negeri 1 Binangga menjadi contoh keberhasilan implementasi program ini di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Peran Guru dan Kolaborasi dengan Orang Tua
Kepala SD Negeri 1 Binangga, Rijena, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian MPLS dirancang untuk membantu murid baru mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman-teman dalam suasana yang hangat dan menyenangkan. Kegiatan seperti 'Kenali Teman dan Guru' bertujuan agar murid lebih percaya diri membangun interaksi sejak awal. Pendekatan ini memastikan setiap anak merasa nyaman dan aman di lingkungan barunya.
Rijena menekankan bahwa rasa aman adalah fondasi utama dalam pelaksanaan MPLS Ramah. Guru berperan aktif sebagai pendamping yang selalu hadir, mulai dari menyambut murid di gerbang sekolah hingga mendampingi berbagai aktivitas pembelajaran yang dikemas melalui permainan. “Tanpa rasa aman, kenyamanan dan kegembiraan tidak akan tercipta. Kami ingin setiap murid merasa diterima dan percaya diri untuk belajar di lingkungan barunya,” ujarnya. Kehadiran guru yang suportif sangat krusial dalam proses adaptasi ini.
Dukungan dari para orang tua juga sangat diapresiasi oleh Rijena, yang menilai kolaborasi ini sebagai salah satu kunci terciptanya proses adaptasi yang baik. Melalui kerja sama yang erat antara sekolah dan keluarga, diharapkan murid-murid dapat merasa aman dan nyaman belajar di SD Negeri 1 Binangga, serta memiliki semangat baru untuk mengikuti proses pembelajaran ke depan. Sinergi ini memastikan bahwa transisi ke jenjang pendidikan baru berjalan lancar dan positif.
Advertisement
Sumber: AntaraNews