Pemkab Cirebon Perluas Program Kampung Donor Darah, Perkuat Ketersediaan Stok PMI
Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperluas Program Kampung Donor Darah untuk memperkuat ketersediaan stok darah PMI dan meningkatkan partisipasi masyarakat di tingkat desa.
Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, secara aktif memperluas inisiatif program kampung donor darah. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat ketersediaan stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) setempat.
Selain itu, program ini juga dirancang untuk meningkatkan keterlibatan serta kesadaran masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan di tingkat desa. Upaya perluasan ini diharapkan dapat menciptakan budaya gotong royong yang lebih kuat di seluruh wilayah.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyatakan bahwa inisiatif ini sangat penting. Program ini akan membantu memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat di berbagai fasilitas kesehatan.
Perluasan Inisiatif Kemanusiaan di Cirebon
Perluasan program kampung donor darah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon. Tujuannya adalah untuk memastikan pasokan darah yang memadai bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satu titik terbaru yang diresmikan adalah di Desa Babakangebang, sebagai upaya nyata memperluas jangkauan donor berbasis komunitas.
Wakil Bupati Agus Kurniawan Budiman menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Desa Babakangebang. Mereka dinilai sangat konsisten dalam mengikuti kegiatan donor darah secara rutin setiap tiga bulan sekali. Konsistensi ini menjadi contoh positif bagi desa-desa lain di Kabupaten Cirebon.
Pemerintah daerah menyambut baik program kampung donor darah ini karena memiliki dampak ganda. Selain memperkuat budaya gotong royong, program ini juga secara langsung membantu pemenuhan stok darah di PMI Kabupaten Cirebon. Keberadaan kampung donor darah juga diharapkan menjadi percontohan yang dapat diikuti oleh desa-desa lain.
Saat ini, baru terdapat 18 titik kampung donor darah yang telah berjalan aktif di Kabupaten Cirebon. Wakil Bupati berharap program ini dapat diperluas hingga mencakup seluruh 40 kecamatan yang ada. "Ke depan kami ingin program ini ada di 40 kecamatan, karena setetes darah sangat berarti untuk membantu sesama," ujarnya.
Antusiasme Masyarakat dan Tantangan Anggaran
Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Sri Heviayana, menjelaskan alasan pemilihan Desa Babakangebang sebagai salah satu lokasi peresmian. Desa ini dipilih karena memiliki tingkat partisipasi warga yang terus meningkat dari tahun ke tahun dalam kegiatan donor darah. Antusiasme warga tetap tinggi, bahkan saat kegiatan dilakukan pada bulan Ramadhan.
Pada periode Ramadhan, yang umumnya mengalami penurunan jumlah pendonor, warga Babakangebang berhasil mencapai sekitar 100 pendonor. Angka ini dinilai cukup signifikan dan menunjukkan komitmen kuat masyarakat terhadap program kampung donor darah. Keberadaan kampung donor darah juga mempermudah pemenuhan kebutuhan darah melalui bank data golongan darah yang disusun di tingkat desa.
PMI Kabupaten Cirebon masih mengandalkan dukungan anggaran dari APBD untuk menjalankan program ini. Dukungan tersebut termasuk pembentukan kampung donor darah baru di lima kecamatan setiap tahunnya. Meskipun ada kemajuan, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan program ini.
Sri Heviayana berharap agar seluruh desa di Kabupaten Cirebon dapat memiliki kampung donor darah. Namun, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi hambatan. "Kami berharap seluruh desa di Kabupaten Cirebon dapat memiliki kampung donor darah, meski diakui kalau keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam pengembangannya," ucapnya.
Sumber: AntaraNews