Pemkab Catat 30 Kali Longsor Susulan di Bukit Gunung Beser Pekalongan, Akses Jalan Ditutup
Intensitas curah hujan tinggi memicu 30 kali longsor susulan di Bukit Gunung Beser Pekalongan. Pemerintah setempat menutup akses jalan demi keselamatan warga dan mengimbau kewaspadaan.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mencatat setidaknya 30 kali longsor susulan terjadi di Bukit Gunung Beser, Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriono. Peristiwa ini berlangsung sejak Kamis (22/1) hingga Jumat (23/1) akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi di daerah tersebut. Kondisi ini membuat otoritas setempat mengambil langkah cepat untuk menjaga keselamatan masyarakat di sekitar lokasi bencana.
Camat Petungkriyono, Hadi Surono, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menutup akses jalan yang berdekatan dengan bukit itu. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi serius mengingat potensi longsor lanjutan yang masih sangat mungkin terjadi di wilayah tersebut. Material longsor yang menumpuk telah menutup jalan utama, sehingga membahayakan pengguna jalan.
Material longsor dari puncak Bukit Gunung Beser bergerak ke arah selatan dan melebar ke arah barat, kemudian menumpuk di lembah di bawahnya. Situasi ini mendorong pihak berwenang untuk terus memantau perkembangan dan mengimbau warga agar tidak melintasi jalur yang sangat rawan tersebut.
Penutupan Akses Jalan dan Kondisi Bukit Labil
Camat Petungkriyono, Hadi Surono, menegaskan bahwa penutupan akses jalan di sekitar Bukit Gunung Beser merupakan prioritas utama untuk keselamatan warga. Pihaknya telah memasang portal dan menutup total jalan tersebut karena material longsor sudah menutupi jalur utama. Langkah ini diambil mengingat ancaman longsor lanjutan yang masih sangat tinggi di area tersebut.
Kondisi bukit di atas jalur yang terdampak longsor dilaporkan masih sangat labil. Curah hujan di wilayah pegunungan Petungkriyono yang terus-menerus terjadi semakin memperparah situasi. Oleh karena itu, warga diimbau keras untuk tidak melintasi jalur tersebut karena risiko longsor susulan yang masih cukup tinggi.
Material longsor yang berasal dari puncak Bukit Gunung Beser bergerak ke arah selatan dan meluas hingga ke arah barat. Tumpukan material ini kini memenuhi lembah di bawahnya, menambah kompleksitas penanganan di lapangan. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan keamanan warga.
Upaya Antisipasi dan Evakuasi Warga
Komandan Koramil Petungkriyono, Kapten Suswantoro, menyatakan bahwa anggota TNI bersama Kepolisian Sektor telah melakukan pemantauan intensif di lokasi kejadian. Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus berjalan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif. Imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan terus disampaikan kepada masyarakat sekitar.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor lanjutan, dua keluarga yang tinggal di zona rawan bencana telah dievakuasi sementara ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi untuk menyiagakan alat berat guna menyingkirkan sisa tanah longsor yang menutup akses jalan. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi di lapangan.
Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian material akibat longsor susulan ini. Namun demikian, pemantauan terhadap perkembangan longsor terus dilakukan mengingat intensitas curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut. Kewaspadaan masyarakat tetap menjadi kunci dalam menghadapi situasi ini.
Sumber: AntaraNews