Pasaman Barat Siaga Bencana Banjir dan Longsor, Warga Diimbau Waspada di Tengah Hujan Deras
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat siaga bencana banjir dan longsor menyusul hujan deras yang terus mengguyur. Bagaimana langkah antisipasi dan kondisi terkini di lapangan?
Pasaman Barat Siaga Bencana Banjir dan Longsor, Warga Diimbau Waspada
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah menetapkan status siaga bencana alam menyusul intensitas hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut sepanjang hari Jumat (02/01). Ancaman banjir dan longsor menjadi perhatian utama, mengingat riwayat kejadian serupa di daerah ini yang sering terjadi.
Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menegaskan bahwa instruksi pemantauan telah disampaikan kepada seluruh camat dan nagari di wilayah Pasaman Barat. Langkah ini bertujuan untuk memastikan laporan cepat ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jika terjadi situasi darurat yang memerlukan penanganan segera.
Hujan lebat yang merata menyebabkan sejumlah air sungai mulai menunjukkan peningkatan debit, meskipun hingga Jumat sore pukul 18.00 WIB, kondisi masih dinyatakan aman dan terkendali. Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya informasi hoaks yang beredar di media sosial.
Peningkatan Kewaspadaan dan Koordinasi Penanganan Bencana
Doddy San Ismail menjelaskan bahwa pemantauan intensif terhadap ancaman bencana alam terus dilakukan di seluruh Pasaman Barat, khususnya di titik-titik rawan. "Kita sudah instruksikan kepada camat, nagari (desa) agar memantau wilayah masing-masing dan melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.
Koordinasi erat antara BPBD Pasaman Barat dengan jajaran kecamatan dan nagari menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana yang tidak terduga. Langkah ini sangat penting untuk memastikan informasi terkini mengenai kondisi wilayah dapat segera diterima dan ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.
Kesiapsiagaan ini diharapkan mampu meminimalisir dampak buruk dari potensi banjir dan longsor yang mungkin terjadi, serta melindungi keselamatan warga. Masyarakat juga diminta untuk tidak menyebarkan informasi hoaks terkait bencana alam yang dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat.
Kondisi Terkini Debit Air Sungai dan Daerah Rawan
Laporan terkini dari BPBD Pasaman Barat menunjukkan bahwa debit air sungai di beberapa wilayah masih relatif aman hingga Jumat sore. Meskipun demikian, kewaspadaan tinggi tetap diberlakukan, terutama di sekitar Sungai Batang Pasaman yang menjadi perhatian utama karena riwayatnya.
Pejabat Wali Nagari Aia Gadang Barat, Khairil Ikhwan, menyatakan bahwa pihaknya siaga penuh dalam memantau debit air Sungai Batang Pasaman. "Saat ini air sungai memang sudah naik namun masih dalam batas aman. Mudah-mudahan air segera surut meskipun hujan terus terjadi," kata Khairil Ikhwan.
Imbauan khusus telah disampaikan kepada warga yang bermukim di dekat Sungai Batang Pasaman untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko banjir. Kesiapan evakuasi mandiri dan pemahaman jalur aman menjadi prioritas bagi penduduk di area rawan bencana ini untuk menjaga keselamatan.
Pasaman Barat, Wilayah Rawan Bencana dengan Riwayat Kerusakan Signifikan
Pasaman Barat dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi di Sumatera Barat, dengan seringnya terjadi banjir dan longsor. Wilayah ini kerap dilanda bencana alam, seperti yang terjadi pada akhir November 2025 lalu yang menyebabkan kerusakan parah.
Bencana pada November dan Desember 2025 menyebabkan dampak yang sangat parah, termasuk korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas di berbagai sektor. Saat ini, daerah tersebut masih dalam tahap persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana untuk memulihkan kondisi.
Data kerusakan akibat bencana November-Desember 2025 mencakup lima korban meninggal dunia, tiga orang hilang, dan lima luka-luka. Selain itu, 198 jiwa mengungsi, serta puluhan rumah rusak berat hingga hanyut, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan infrastruktur lainnya juga terdampak secara signifikan.
Secara rinci, dampak kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum meliputi:
- 18 unit rumah rusak berat
- 16 unit rumah rusak sedang
- 38 unit rumah rusak ringan
- 11 unit rumah hanyut
- 3 fasilitas kesehatan rusak
- 30 tempat ibadah terdampak
- 1 kantor rusak
- 1.904 meter irigasi rusak
- 15 bendungan rusak
- 14 jembatan rusak
- 12 ruas jalan rusak
- 1.005 hektare lahan pertanian terdampak
- 12.071,5 hektare lahan perkebunan terdampak
Sumber: AntaraNews