Naik Pitam, Warga Nekat Bacok Pamong Desa di Lampung Selatan Pemicunya Gara-Gara Bansos Tak Merata
Peristiwa berawal saat seorang wanita datang ke balai desa. Dia minta bantuan sosial, sambil mengklaim dirinya sebagai istri pelaku.
Seorang perempuan bernama Warsani naik pitam. Ia nekat membacok pamong Desa Purwodadi Simpang, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan.
Akar permasalahannya, gara-gara pelaku protes soal pembagian Bantuan Sosial (Bansos) yang disebut tidak merata, Senin (8/12) malam.
Korban yang bernama Andi Saputro (36) diserang di rumahnya sekitar pukul 18.48 WIB. Kejadian ini menjadi viral di media sosial, diduga akibat ketidakmerataan dalam pembagian bansos.
Pelaku, yang bernama Warsani, merupakan warga desa yang kini melarikan diri dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh kepolisian.
Kapolsek Tanjung Bintang, AKP Edi Qorinas, menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Awalnya, seorang perempuan datang ke balai desa untuk meminta bansos dan mengklaim sebagai istri pelaku.
"Pak Kadus ini hapal dengan warganya. Ada perempuan datang minta bansos, mengaku istri terduga pelaku, padahal pelaku ini belum punya istri," ungkap Edi kepada wartawan pada Selasa (10/12).
Karena curiga dengan keterangan perempuan itu, korban meminta agar yang bersangkutan pulang dan membawa identitas seperti KTP dan KK untuk keperluan pendataan. Namun, perempuan tersebut tidak kunjung kembali ke balai desa meskipun sudah ditunggu lama.
Tidak disangka, sore harinya, pelaku datang ke rumah korban. Saat pintu dibuka, pelaku langsung menyerang Andi menggunakan celurit tanpa banyak bicara. "Korban mengalami luka bacok di bagian kepala, punggung, dan tangan. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dan kini sedang dalam proses pemulihan. Sementara itu, pelaku melarikan diri setelah melakukan aksinya," jelas Edi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap Warsani. "Kami sudah mengidentifikasi pelaku dan sedang melakukan pengejaran. Mudah-mudahan segera tertangkap," tutupnya.
Kecewa Bansos Tak Tepat Sasaran
Baru-baru ini, seorang pamong Desa Purwodadi Simpang yang berada di Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, mengalami insiden pembacokan oleh salah satu warganya. Insiden tersebut diduga terjadi akibat kekecewaan warga terhadap distribusi bantuan sosial yang dianggap tidak merata.
Kejadian tragis ini berlangsung di kediaman korban, Andi Saputro (36), pada hari Senin, 8 Desember 2025, sekitar pukul 18.48 WIB, dan langsung menjadi viral di berbagai platform media sosial. Pelaku, yang bernama Warsani, merupakan warga desa setempat dan kini tengah melarikan diri serta menjadi buronan pihak kepolisian.
Kapolsek Tanjung Bintang, AKP Edy Qorinas, mengonfirmasi adanya dugaan penganiayaan berat terhadap aparat desa tersebut. "Benar, korban merupakan pamong Desa Purwodadi Simpang dan terduga pelaku adalah warga desa itu sendiri," ungkap Edy saat dihubungi pada Selasa (9/12).
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan di masyarakat dan memicu perhatian lebih dari pihak berwenang untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai masalah penyaluran bantuan sosial di daerah tersebut.
Korban Jalani Perawatan Intensif
Dari informasi awal yang dikumpulkan oleh penyidik, insiden ini berawal dari kekecewaan pelaku terhadap pembagian bantuan sosial (bansos) yang dianggap tidak adil. Namun, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap keterangan tersebut karena pemeriksaan terhadap pelaku belum dapat dilaksanakan.
"Dugaan sementara dipicu soal bansos. Tapi ini masih terus kami dalami, karena pelaku masih dalam pengejaran," tegas Edy.
Korban saat ini telah menerima perawatan medis akibat luka bacok yang dideritanya. Sementara itu, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap motif lengkap di balik kejadian tersebut dan menangkap pelaku yang melarikan diri setelah insiden.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1675089/original/096415900_1502364631-170810_Hindari_Tindakan_Kriminal__4_.jpg)