MRT Jakarta Kembalikan Tarif Penumpang yang Terlanjur Tap In akibat Pohon Tumbang
Meski memberikan opsi pengembalian tarif, MRT Jakarta menegaskan belum ada kebijakan terkait kompensasi tambahan bagi penumpang terdampak.
PT MRT Jakarta memastikan penumpang yang sudah melakukan tap in sebelum perjalanan terganggu akibat pohon tumbang tetap berhak mendapatkan pengembalian biaya perjalanan. Penumpang diminta menghubungi pihak MRT Jakarta melalui kanal resmi untuk memproses klaim tersebut.
“Untuk teman-teman yang sudah tap in, bisa diganti, bisa dikembalikan,” kata Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, ditemui di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/11).
Meski memberikan opsi pengembalian tarif, MRT Jakarta menegaskan belum ada kebijakan terkait kompensasi tambahan bagi penumpang terdampak. Menurut Rendy, insiden ini masuk kategori force majeure sehingga berada di luar kendali perusahaan.
“Sampai saat ini, kami tidak dalam pembicaraan untuk memberikan kompensasi, karena terus terang memang ini adalah force majeure, karena ada pohon tumbang, yang kemudian pohon tumbang itulah yang menyebabkan tadi kerusakan struktur maupun pada kelistrikan di MRT Jakarta,” jelasnya.
Penumpang Sempat Terjebak
Di sisi keselamatan, seluruh penumpang yang sempat terjebak akibat gangguan tersebut telah berhasil dievakuasi.
Total terdapat 524 penumpang dari tiga rangkaian kereta dan lima stasiun di lintasan yang dikeluarkan secara bertahap melalui prosedur evakuasi darurat.
“So far, semuanya selamat dan baik-baik saja. Tidak ada korban jiwa,” ujar Rendy.
Evakuasi dilakukan segera setelah gangguan terjadi, dengan memprioritaskan keamanan dan keselamatan pengguna jasa. Petugas mengarahkan penumpang menuju area aman di stasiun terdekat maupun jalur evakuasi yang telah disiapkan.
Sementara itu, tim teknis MRT Jakarta masih melakukan pengecekan menyeluruh pada infrastruktur dan sistem kelistrikan yang terdampak.
Proses perbaikan termasuk pembersihan serta penanganan kerusakan di bagian atap lintasan yang tertimpa pohon masih terus berlangsung hingga hari ini.