10 Penumpang Terjebak Lift MRT Lebak Bulus Akibat Listrik Padam, Berhasil Dievakuasi
Sepuluh penumpang dilaporkan terjebak lift di Stasiun MRT Lebak Bulus pada Kamis sore setelah pasokan listrik padam. Petugas gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban tanpa ada yang terluka, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan infrastruktur.
Sepuluh orang penumpang mengalami insiden tidak terduga saat terjebak di dalam lift Stasiun MRT Lebak Bulus pada Kamis sore. Kejadian ini dipicu oleh kendala pasokan listrik yang menyebabkan gangguan operasional pada sistem transportasi massal tersebut. Petugas gabungan segera dikerahkan untuk melakukan upaya penyelamatan yang intensif.
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, membenarkan bahwa ada sepuluh orang yang terjebak di dalam lift tersebut. Tim penyelamat dari Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan dan Satgas Pejaten Timur mengerahkan tujuh personel beserta satu unit truk untuk mempercepat proses pertolongan. Insiden ini menyoroti pentingnya sistem darurat yang andal di fasilitas publik.
Berkat respons cepat dan koordinasi yang baik antarpihak terkait, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. Tidak ada korban terluka dalam peristiwa ini, meskipun sempat menimbulkan kepanikan. MRT Jakarta menyatakan telah mengambil langkah-langkah penanganan dan penormalan secara cepat untuk memastikan layanan kembali berjalan normal.
Kronologi Gangguan Operasional di Stasiun MRT Lebak Bulus
Insiden bermula sekitar pukul 17.58 WIB ketika listrik di Stasiun MRT Lebak Bulus dilaporkan mati total. Pemadaman listrik ini secara langsung berdampak pada operasional stasiun, termasuk berhentinya fungsi lift yang sedang digunakan penumpang. Situasi ini segera memicu kekhawatiran akan keselamatan para pengguna MRT.
Petugas keamanan stasiun mencoba memberikan pertolongan awal dengan membantu mengeluarkan penumpang yang terjebak di lift sisi downtrack. Namun, upaya tersebut terkendala karena tidak adanya suplai listrik yang memungkinkan lift beroperasi kembali. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemadaman listrik memiliki dampak langsung pada fasilitas vital di stasiun.
Melihat situasi yang tidak memungkinkan untuk ditangani secara mandiri, Station Manager MRT kemudian menginformasikan tim terkait untuk meminta bantuan. Koordinasi cepat ini menjadi kunci dalam penanganan insiden. Keterlibatan pihak eksternal diperlukan untuk mengatasi kendala teknis yang ada.
Proses Penyelamatan Penumpang Terjebak Lift MRT
Setelah menerima laporan, tim dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan segera tiba di lokasi kejadian. Mereka mengerahkan personel dan peralatan yang dibutuhkan untuk mengevakuasi penumpang yang terjebak. Kehadiran tim Gulkarmat sangat krusial dalam situasi darurat seperti ini.
Pihak Gulkarmat kemudian berkoordinasi dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk mendapatkan persetujuan melakukan tindakan darurat. Setelah persetujuan diberikan, petugas Gulkarmat terpaksa membuka paksa pintu lift untuk mengeluarkan penumpang. Tindakan ini merupakan prosedur standar dalam penanganan lift yang macet akibat gangguan listrik.
Berkat kerja sama yang apik antara petugas keamanan MRT dan tim Gulkarmat, seluruh sepuluh penumpang berhasil diselamatkan dan dikeluarkan dari lift. Asril Rizal menegaskan bahwa tidak ada korban terluka dalam insiden tersebut. Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti kesigapan petugas dalam menghadapi situasi darurat.
Penjelasan MRT Jakarta dan Upaya Penormalan Layanan
PT MRT Jakarta (Perseroda) mengonfirmasi bahwa gangguan operasional di beberapa stasiun pada Kamis sore pukul 17.57 WIB disebabkan oleh kendala pasokan listrik dari sisi PLN (CSW). Gangguan ini menyebabkan pemadaman listrik total atau blackout di seluruh stasiun layang (elevated) MRT. Kejadian ini menunjukkan ketergantungan operasional MRT pada pasokan listrik eksternal.
Meskipun demikian, MRT Jakarta menyampaikan bahwa kondisi listrik di stasiun-stasiun yang terdampak telah berhasil dinormalkan kembali. Pihak MRT segera mengambil langkah-langkah penanganan dan penormalan secara cepat. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap jadwal perjalanan dan kenyamanan penumpang.
MRT Jakarta terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PLN, guna memastikan layanan dapat kembali berjalan normal sepenuhnya. Komitmen ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap moda transportasi massal. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews