Menlu China Ajak Negara Global South Perkuat Multilateralisme di Tengah Gejolak Dunia
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyerukan negara-negara Global South untuk menjaga semangat multilateralisme sebagai 'jimat pelindung' di tengah tantangan global, memperkuat posisi mereka di panggung internasional.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengajak negara-negara yang termasuk dalam kategori "Global South" untuk secara aktif menjaga semangat multilateralisme. Ajakan ini disampaikan dalam konferensi pers mengenai "Kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China" di Beijing pada Minggu.
Wang Yi menegaskan bahwa multilateralisme merupakan "jimat pelindung" bagi negara-negara Global South. Oleh karena itu, penting untuk mendorong komunitas internasional mempraktikkan multilateralisme yang sejati, serta menjaga sistem internasional yang berpusat pada PBB dan tatanan internasional berdasarkan hukum internasional.
Dalam pandangan Wang Yi, sistem multilateralisme memungkinkan urusan dunia dibahas oleh semua negara dan aturan internasional ditetapkan bersama. Hal ini krusial mengingat Global South adalah kekuatan baru yang positif di panggung internasional, yang semakin harus bersatu dan bekerja sama di tengah gejolak global.
Pentingnya Multilateralisme bagi Global South
Wang Yi menggarisbawahi bahwa dalam sistem multilateralisme, negara-negara berpegang pada prinsip bahwa pembahasan urusan dunia dilakukan oleh seluruh negara, dan aturan internasional ditetapkan secara bersama-sama. Ini menjadi fondasi penting bagi keadilan dan kesetaraan global.
Menurut Wang Yi, "Global South adalah kekuatan yang baru muncul, positif, dan berpihak pada kebaikan di panggung internasional." Oleh karena itu, di tengah dunia yang penuh gejolak dan kekacauan, negara-negara ini harus semakin meneguhkan kepercayaan diri, bersatu, dan bekerja sama. Tujuannya adalah untuk bersama-sama mengangkat semangat perdamaian, pembangunan, serta kerja sama yang saling menguntungkan.
Kerja sama negara-negara Global South dapat terwujud melalui berbagai platform internasional. Wang Yi menyebutkan BRICS, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), serta Kelompok 77 sebagai wadah untuk menyuarakan perdamaian dan memberikan dorongan bagi pembangunan.
Kebangkitan Ekonomi dan Tantangan Global
Kebangkitan kolektif Global South menjadi penanda penting perubahan besar di dunia. Dalam 40 tahun terakhir, proporsi total ekonomi Global South terhadap dunia telah meningkat signifikan, dari 24 persen menjadi lebih dari 40 persen. Ini menjadikan Global South kekuatan utama yang mendorong proses multipolarisasi dunia.
Saat ini, dunia menghadapi tantangan serius akibat maraknya hegemoni dan politik kekuasaan yang mengguncang tatanan internasional. Perekonomian global juga sedang bergejolak, dengan globalisasi yang mengalami arus balik karena sejumlah negara membangun hambatan tarif dan memutus rantai pasok serta rantai industri. Tindakan ini, menurut Wang Yi, hanya akan merugikan diri sendiri.
Wang Yi menekankan bahwa kelompok Global South seharusnya memperkuat komunikasi dan koordinasi. Tujuannya adalah untuk bersama-sama menjaga hak dan kepentingan sahnya sendiri, serta bersama-sama membuka ruang bagi pembangunan yang mandiri.
Peran China dalam Mendukung Pembangunan Global South
Pembangunan negara-negara Global South memerlukan lingkungan internasional yang terbuka dan kooperatif. China mendorong globalisasi ekonomi yang inklusif dan bermanfaat bagi semua pihak, menjaga perekonomian dunia yang terbuka, serta dengan tegas mempertahankan sistem perdagangan multilateral. Hal ini bertujuan untuk berbagi peluang dan mewujudkan hasil yang saling menguntungkan dalam keterbukaan.
China berkomitmen untuk mendukung liberalisasi dan fasilitasi perdagangan serta investasi, dan teguh menjaga stabilitas serta kelancaran rantai industri dan rantai pasokan global. Wang Yi menegaskan bahwa China akan memperluas keterbukaan tingkat tinggi ke luar negeri, tidak hanya memikul tanggung jawab sebagai "pabrik dunia" tetapi juga harus memainkan peran sebagai "pasar dunia".
Istilah "Global South" sendiri adalah pengelompokan negara berdasarkan karakteristik sosial, ekonomi, dan politik. Menurut Badan Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD), Global South secara luas meliputi Afrika, Amerika Latin dan Karibia, Asia (tidak termasuk Israel, Jepang, dan Korea Selatan), dan Oseania (tidak termasuk Australia dan Selandia Baru). Negara-negara ini umumnya diidentifikasi memiliki pendapatan rendah, tingkat kemiskinan tinggi, pertumbuhan populasi tinggi, dan kesempatan pendidikan serta sistem kesehatan terbatas.
Sumber: AntaraNews