Menhut Raja Antoni: Taman Nasional Bantimurung Bukti Keberhasilan Kolaborasi Jaga 'Kingdom of Butterfly'
Raja Antoni juga menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas dasar kawasan salah satunya toilet di dalam Taman Nasional.
Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni menekankan pentingnya Taman Nasional Bantimurung sebagai 'Kingdom of Butterfly'. Hal ini disampaikan saat mengecek pengelolaan kawasan konservasi serta pengembangan ekowisata berbasis keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan, pada Rabu (28/1).
"Ini sebuah kebahagiaan saya kembali dapat mengunjungi Taman Nasional ini setelah berapa dekade saya kunjungi sebagai mahasiswa, menikmati kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman hayati," kata Raja Antoni.
"Betapa pentingnya makna dan arti Taman Nasional. Kingdom of Butterfly, kerajaan kupu kupu. Dalam 10 tahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah spesies kupu-kupu hingga 114 persen. Ini menandakan keberhasilan kolaborasi seluruh stakeholder dalam menjaga ekosistem penting ini,” sambungnya.
Raja Antoni juga menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas dasar kawasan salah satunya toilet di dalam Taman Nasional. Ia ingin agar kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan.
"Saya selalu mengatakan, jangan hanya melihat ruang tamu, tapi lihatlah toiletnya. Ini penting sekali," ujarnya.
Selain itu, menurutnya perlunya perbaikan infrastruktur pendukung seperti jalur wisata yang masih licin dan berlumut agar lebih aman dan ramah pengunjung. Karena, pengembangan ekowisata yang baik akan memberikan banyak manfaat, baik bagi pengunjung maupun bagi kelestarian ekosistem.
Komitmen Pemerintah
Ia menegaskan, komitmen pemerintah dalam menjaga ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas layanan kawasan Taman Nasional. Menurutnya, perlu ada kerjasama dari semua pihak untuk menjaga hutan.
"Semua pihak bahu-membahu, dan hasilnya bisa kita rasakan bersama. Menjaga kosistem yang penting ini, sehingga meningkatkan jumlah spesies," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut Menhut juga melepaskan 11 ekor Burung Jalak Tunggir Merah, 32 Burung Kacamata Kericau, 19 Kupu-kupu berbagai jenis (Macan Abu, Raja, Bidadari, Merak Cekatan, Ranggas Daun).