Menag Nasaruddin Umar Serukan Pentingnya Kerukunan Umat Beragama: Bukan Pilihan, Tapi Keharusan
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa **kerukunan umat beragama** adalah keharusan mutlak di tengah masyarakat majemuk Indonesia, mendorong Walubi menjadi pelopor toleransi.
Menteri Agama Nasaruddin Umar kembali menekankan urgensi menjaga kerukunan antarumat beragama serta internal umat beragama. Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan Pasamuan Agung IV di Jakarta pada Sabtu, 29 November. Ia menyoroti bahwa kerukunan adalah fondasi penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin Umar mengutip ajaran Buddha dari Dhammapada 197. Kutipan tersebut berbunyi, "Sungguh menyenangkan hidup rukun, bersatu padu tanpa permusuhan di antara orang-orang yang bermusuhan." Hal ini menunjukkan relevansi nilai-nilai universal dalam semangat kebangsaan Indonesia.
Menurutnya, nilai toleransi dan non-kekerasan yang terkandung dalam ajaran tersebut sangat krusial. Ia menegaskan bahwa menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan mutlak. Ini menjadi pesan utama yang disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat.
Menag Tegaskan Kerukunan sebagai Keharusan di Tengah Keberagaman
Menteri Agama Nasaruddin Umar secara tegas menyatakan bahwa kerukunan umat beragama di Indonesia bukan lagi sekadar opsi, melainkan sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar. Dalam konteks masyarakat yang majemuk, harmoni antarumat beragama menjadi pilar utama. Pesan ini disampaikan untuk memperkuat fondasi persatuan bangsa.
Ia menggarisbawahi pentingnya nilai-nilai toleransi dan non-kekerasan yang terkandung dalam ajaran-ajaran spiritual. "Sungguh menyenangkan hidup rukun, bersatu padu tanpa permusuhan di antara orang-orang yang bermusuhan. Dhammapada 197," kutip Menag. Kutipan ini menjadi inspirasi kuat untuk memelihara kedamaian.
Lebih lanjut, Nasaruddin Umar meminta Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) untuk memegang peran sentral. Walubi diharapkan menjadi pelopor dalam mewujudkan kerukunan sejati yang didasari oleh sikap saling menghormati. Mereka didorong untuk menjadi "lentera yang menerangi jalan" bagi masyarakat luas.
Walubi Perkuat Soliditas dan Kontribusi Umat Buddha untuk Bangsa
Ketua Umum DPP Walubi, Hartati Murdaya, dalam sambutannya menegaskan pentingnya Pasamuan Agung IV. Acara ini bukan hanya forum musyawarah, melainkan momentum krusial untuk memperkuat soliditas umat Buddha. Ini juga menjadi ajang untuk menegaskan kontribusi mereka bagi kemajuan bangsa.
Hartati Murdaya menyampaikan bahwa Pasamuan Agung adalah wadah untuk memperteguh komitmen umat Buddha. Tujuannya adalah membangun Indonesia yang damai, maju, dan berkeadaban. Peran aktif umat Buddha dalam menjaga kerukunan nasional sangat diharapkan.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota Walubi untuk senantiasa menerapkan prinsip Dharma Agama dan Dharma Negara. Dharma Agama adalah penghayatan dan pengamalan Buddha Dharma dengan prinsip non-intervensi. Sementara itu, Dharma Negara adalah wujud pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Penerapan kedua Dharma ini bertujuan untuk mewujudkan kesadaran beragama dan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara. Ini menunjukkan komitmen Walubi dalam menjaga harmoni sosial sekaligus berkontribusi pada pembangunan nasional. Kehadiran Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga menandakan dukungan pemerintah.
Sumber: AntaraNews