Langit Monas Tanpa Nyala Kembang Api, Tetap Dipadati Pengunjung di Malam Tahun Baru 2026
Masyarakat lebih dulu disuguhkan video mapping yang menyorot ke arah tugu Monas sebelum menyambut tahun baru 2026.
Meski diguyur hujan dengan intensitas sedang, tak membuat semangat masyarakat dalam merayakan malam tahun baru 2026 di Kawasan Monumen Nasional (Monas). Diketahui, hujan yang mengguyur kawasan Monas sudah mulai sejak pukul 20.30 Wib.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, masyarakat lebih dulu disuguhkan video mapping yang menyorot ke arah tugu Monas sebelum menyambut tahun baru 2026.
Saat itu, hujan dengan intensitas sedang terus mengguyur kawasan Monas. Sehingga, beberapa dari pengunjung terlihat menggunakan payung hingga jas hujan yang terbuat dari bahan plastik.
Bahkan, banyak dari para pengunjung yang tidak menggunakannya sama sekali. Sehingga, mereka rela terkena hujan dalam menyambut pergantian tahun.
Kemudian, lima menit sebelum berganti tahun. Muncul sebuah angka di tugu Monas yang menunjukkan persiapan berganti tahun dengan cara menghitung mundur.
Kemudian, 10 detik jelang berganti tahun masyarakat tetap bersemangat dengan menghitung mundur secara bersama-sama meski cuaca saat itu tengah hujan.
Namun, ada yang berbeda dari tahun sebelumnya dalam perayaan malam tahun baru ini. Karena, saat itu langit di Monas tidak terlihat atau tidak diwarnai dengan adanya kembang api dan petasan.
Lalu, yang ada hanya sebuah tulisan pada tugu Monas yakni 'Selamat Tahun Baru 2026'. Tak lama kemudian, pada pengunjung pun berangsur-angsur mulai meninggalkan lokasi.
Chandra, salah seorang pengunjung mengaku, tidak masalah meski tanpa adanya kembang api dan petasan dalam perayaan malam tahun baru 2026.
"Enggak apa-apa sih, karena saudara kita yang ada di Sumatra dan beberapa daerah lain terkena musibah yang kita tahu secara bersama," kata Chandra kepada merdeka.com di lokasi, Kamis (1/1) dini hari.
Sehingga, Chandra bersama dua orang temannya pun tidak merasa kecewa meski tidak adanya kembang api dan petasan.
"Enggak kecewa sih, yang penting masih bisa ikut menyambut tahun 2026 bersama teman-teman," ujarnya.
Antusias Warga
Senada dengan Chandra, Fadil pun tetap merasa bahagia bisa merayakan malam tahun baru bersama dengan teman-temannya.
"Alhamdulillah, saya bersyukur masih bisa ikut merayakan pergantian tahun sama temen-temen," ujar Fadil.
Doa dan Harapan
Ia berharap, di tahun 2026 ini semoga wilayah yang terdampak bencana segera pulih dan kembali normal.
"Semoga kita semua juga diberikan kelancaran dalam menghadapi tahun 2026," pungkas Fadil.