Lahiran di Musala, Wanita di Palembang Ngaku Dipersulit Urus KIS
NR mengakui keluarganya tidak pernah tercover KIS sebagai jaminan kesehatan. Hal itu disebabkan masalah administrasi sehingga ia tak bisa mengurusnya.
Fakta mencengangkan muncul dari seorang ibu rumah tangga inisial NR (32) yang terpaksa melahirkan di teras musala. Ketiadaan biaya dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjadi faktor pemicunya.
NR mengaku bersyukur bayinya lahir dengan selamat meski proses persalinan hanya dibantu warga. Dia tak menyangka kejadian itu menimpa dirinya.
"Alhamdulillah kami selamat semua," ungkap NR, Selasa (13/1).
NR mengakui keluarganya tidak pernah tercover KIS sebagai jaminan kesehatan. Hal itu disebabkan masalah administrasi sehingga ia tak bisa mengurusnya.
"Kami bingung mengurusnya, makanya sampai sekarang tidak ada KIS," kata NR.
NR menyebut masalah administrasi tersebut karena ketiadaan buku nikah. Dia menceritakan, beberapa tahun lalu dia dan suaminya mengikuti nikah massal yang digelar pemerintah.
Namun pada saat pengambilan di Kantor Urusan Agama (KUA), buku nikah miliknya tidak ditemukan. Pegawai KUA mengatakan buku nikahnya sudah diambil padahal dia dan suami belum mengambilnya sama sekali.
"Karena tidak ada buku nikah itulah dipersulit (urus KIS)," kata NR.
"Kami cuma minta bantu keluarga kami, bisa urus buku nikah kami biar kami ada KIS," sambung dia.
Viral Lahiran di Musala
Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial, NR terpaksa melahirkan di teras musala di Palembang. Ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan menjadi alasannya.
Dibantu warga, NR melahirkan di teras Musala Al Ikhlas di Jalan KH Balqi Palembang, Senin (12/1) pagi. Peristiwa menegangkan itu pun viral di medsos setelah salah satu warga merekam kejadiannya.
Setelah proses persalinan cukup lama dengan alat seadanya, NR melarhirkan seorang bayi perempuan. Bayi itu adalah anak kelima NR dari pernikahan dengan suaminya, SK (40).
Peristiwa itu bermula saat NR dan suaminya berangkat ke rumah bidan menggunakan sepeda motor yang dipinjam dari tetangga. Dalam perjalanan, NR mengalami kontraksi hebat dan ketubannya pecah.
Melihat itu, suaminya SK panik bukan main. Dia lantas mencari pertolongan ke warga, sementara istri ditinggal di atas motor.
Tak lama kemudian, seorang warga yang melihat NR meringis kesakitan segera membantunya. Sejumlah emak-emak yang lain juga menuntunnya ke teras musala untuk istirahat sambil menunggu jemputan menuju rumah bidan.
Ternyata persalinan NR tak dapat ditunda lagi, bukaan sudah lengkap dan bayi siap lahir. Alhasil warga kompak memutuskan persalinan harus dilakukan di tempat itu dan pada saat itu juga.
Hanya bermodal sehelai kain dan daster milik warga, persalinan pun berlangsung aman. Lahirlah bayi perempuan yang sehat.
Tak lama kemudian, datang bidan ke lokasi. Bidan yang diketahui bernama Rahayu tersebut membantu pascalahiran.
Bidan memotong tali pusar dan membawa bayi ke tempat praktiknya tak jauh dari lokasi untuk perawatan. Sementara NR juga dipastikan dalam keadaan sehat.