Lagi Asyik Main Pasir, Balita di Gowa Tewas Terlindas Truk
Seorang balita berusia dua tahun bernama Muh Asyam meninggal dunia setelah terlindas truk saat bermain pasir di depan rumahnya.
Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Seorang balita berusia dua tahun bernama Muh Asyam meninggal dunia setelah terlindas truk saat bermain pasir di depan rumahnya di Dusun Batu Alam, Desa Romang Loe, Kecamatan Bontomarannu, pada Minggu (12/10).
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WITA ketika korban tengah asyik bermain pasir di halaman rumahnya.
Di saat bersamaan, sebuah dump truk yang dikemudikan Zulkifli tengah melakukan manuver mundur untuk memutar arah.
“Saat melakukan manuver mundur, sopir diduga tidak memperhatikan kondisi di belakang kendaraan. Saat itu korban sedang main pasir dan terlindas ban belakang truk,” ujar Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Gowa, Inspektur Dua Heri Siswanto, kepada wartawan, Minggu (12/10).
Ibu Korban Histeris Melihat Kejadian
Menurut keterangan warga sekitar, ibu korban yang berada di rumah langsung berteriak histeris saat melihat anaknya terlindas ban belakang truk. Sayangnya, nyawa sang anak tak tertolong.
“Ibu korban sempat berteriak saat melihat anaknya terlindas. Namun korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Heri.
Polisi yang mendapat laporan segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban langsung disemayamkan di rumah duka dengan suasana penuh duka.
Sopir Truk Diamankan Polisi
Pihak kepolisian telah mengamankan sopir truk Zulkifli untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara kendaraan yang digunakan dalam insiden tersebut juga telah disita sebagai barang bukti.
“Sopir truk sudah kami amankan untuk dimintai keterangan. Kendaraan juga telah disita sebagai barang bukti,” ujar Heri menegaskan.
Polisi masih mendalami penyebab pasti insiden ini, termasuk kemungkinan kelalaian sopir atau kurangnya pengawasan di area pemukiman.
Polisi juga mengimbau pengemudi truk dan kendaraan besar untuk lebih berhati-hati saat melakukan manuver, terutama di kawasan pemukiman padat penduduk.