Kritik Keras Rikwanto, Polri Perlu Perbaiki Adab dalam Berinteraksi dengan Publik
Awalnya, Rikwanto lebih dulu mengenang saat dirinya masih aktif di Korps Bhayangkara. Ketika itu, dia sempat menyebut nama Sondang Siagaan.
Anggota Komisi III DPR RI Rikwanto menyinggung pentingnya adab dan etika anggota Polri saat rapat kerja bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Awalnya, Rikwanto lebih dulu mengenang saat dirinya masih aktif di Korps Bhayangkara. Ketika itu, dia sempat menyebut nama Sondang Siagaan yang dianggap sebagai gurunya yang mengajarkan soal perilaku dan budaya organisasi.
"Nah bicara culture budaya ini bisa buruk bisa baik. Nah Polri di sisi yang mana sekarang ini, apakah di tengah, baik apa buruknya, apa 60-40. Namun wujud dasarnya adalah perilaku, perilaku itu kalau kita samakan dalam pengertian sehari-hari adalah adab. Adab daripada person-person kita," kata Rikwanto dalam rapat, Senin (26/1).
Adab Anggota Polri Masih Perlu Dibina
Menurutnya, adab anggota Polri masih perlu dibina lagi tentang berinteraksi dengan masyarakat dan saat menjalankan tugas pokoknya. Apalagi, Polri disebutnya memiliki tugas dalam melindungi dan mengayomi masyarakat dalam penegakan hukum.
"Dan juga ini masalah teknis juga adab itu, jadi perlu dilihat aplikasinya, perlu dilihat interaksinya. Ada apa dengan anggota kita di lapangan dan kita sendiri tentang perilaku dan adab ini," sebutnya.
Anggota Polri Jadi Superman
Dalam kesempatan itu, eks Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) ini turut menyinggung tugas-tugas yang dijalankan oleh anggota Polri seperti Superman. Karena, melihat banyaknya tugas yang dilakukan dalam kesehariannya.
"Tapi pada waktu dia pulang ke rumah, dia menjadi Suparman ya, dengan segala-segala kekurangannya, yang anak belum bayar kuliah, kontrakan belum habis, belanja bulanan sudah abis setengah bulan, ini realita. Jadi kita pikir kekurangan-kekurangan dalam adab itu diantaranya adalah kesejahteraan juga, kesejahteraan perlu diperhatikan," ujarnya.
Kesejahteraan Anggota
Mantan Kapolda Maluku Utara ini pun menegaskan, kesejahteraan anggota bisa mempengaruhi perilaku atau adab dalam kehidupannya. Terlebih, buat anggota yang baru lulus dalam test masuk Polri.
"Itu mempengaruhi perilaku adab anggota-anggota kita di lapangan, ada yang masih bertahan dengan kebenaran itu, kejujuran itu, ikhlas itu faktor utama. Tapi faktor kebutuhan menjadi hal yang membuat dia tergoyahkan di situ. Jadi kesejahteraan anggota Polri harus dilihat betul ya, diperhatikan," katanya.