Kongo Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Uzbekistan 3-1
Timnas Republik Demokratik (RD) Kongo berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik, setelah menunjukkan performa gemilang menundukkan Uzbekistan 3-1. Kemenangan dramatis ini memastikan Kongo Lol
Timnas Republik Demokratik (RD) Kongo sukses melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kepastian ini didapatkan setelah mereka bangkit dan mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-1 dalam laga penentu Grup K. Pertandingan sengit ini berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, pada Minggu WIB.
Kemenangan penting tersebut menempatkan Kongo sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik yang berhak lolos ke fase gugur. Hasil ini sekaligus mengakhiri perjuangan Uzbekistan di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Kongo menunjukkan mentalitas juara dengan membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dahulu.
Berdasarkan statistik FIFA, Kongo berhasil mengumpulkan empat poin dan menempati posisi ketiga klasemen akhir Grup K. Sementara itu, Kolombia finis sebagai juara grup dengan tujuh poin, diikuti Portugal di peringkat kedua dengan lima poin. Uzbekistan harus puas di posisi juru kunci tanpa perolehan poin.
Drama Comeback Kongo di Awal Laga
Pertandingan dimulai dengan kejutan ketika Uzbekistan berhasil membuka keunggulan lebih dahulu. Penyerang Eldor Shomurodov sukses mencetak gol pada menit ke-10, membuat Kongo tertinggal cepat. Gol tersebut menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran yang berhasil dikonversi oleh tim asuhan Fabio Cannavaro sepanjang pertandingan.
Tertinggal sejak awal laga, Timnas RD Kongo tidak menyerah dan segera meningkatkan intensitas serangan. Mereka mulai menekan lini pertahanan Uzbekistan dengan lebih agresif. Tim asal Afrika yang dikomandoi Sebastien Desabre ini mendominasi penguasaan permainan dan menciptakan banyak peluang.
Meskipun demikian, berbagai upaya serangan Kongo belum mampu membuahkan hasil hingga babak pertama berakhir. Penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor 1-0 untuk keunggulan Uzbekistan tetap bertahan. Para pemain Kongo harus mencari cara untuk membongkar pertahanan lawan di babak kedua.
Kebangkitan dan Dominasi di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, tekanan dari Kongo semakin sulit dibendung oleh lini pertahanan Uzbekistan. Upaya keras mereka akhirnya berbuah manis pada menit ke-68 ketika Yoane Wissa sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti. Gol tersebut berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, membangkitkan semangat tim.
Gol penyeimbang tersebut secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri para pemain Kongo. Hanya berselang 10 menit, Fiston Mayele berhasil membalikkan keadaan melalui golnya pada menit ke-78, membuat Kongo unggul 2-1. Keunggulan ini mengubah jalannya pertandingan dan memberikan momentum positif bagi Kongo.
Saat Uzbekistan berusaha mengejar ketertinggalan dan mencari gol penyama kedudukan, Kongo justru memastikan kemenangan mereka. Yoane Wissa kembali mencetak gol untuk kedua kalinya pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+1, setelah memanfaatkan umpan matang dari Meschack Elia. Gol tersebut mengunci kemenangan 3-1 untuk Kongo.
Statistik Pertandingan dan Langkah Selanjutnya
Sepanjang pertandingan, Kongo tampil sangat dominan dengan melepaskan total 19 upaya mengarah ke gawang Uzbekistan. Statistik ini menunjukkan agresivitas serangan mereka yang tinggi. Di sisi lain, Uzbekistan hanya mampu mencatatkan tiga percobaan serangan, yang sebagian besar berhasil dipatahkan oleh pertahanan Kongo.
Laga ini juga berlangsung sengit dan penuh tensi, terbukti dengan total 22 pelanggaran yang terjadi. Wasit harus mengeluarkan tiga kartu kuning untuk pemain Kongo dan dua kartu kuning bagi Uzbekistan. Hal ini menunjukkan intensitas fisik yang tinggi dari kedua tim yang berjuang untuk lolos.
Kemenangan 3-1 ini secara resmi memastikan Kongo mengakhiri fase grup sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Dengan demikian, mereka berhak melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Sementara itu, langkah Uzbekistan dipastikan terhenti dan harus pulang lebih awal dari turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.
Sumber: AntaraNews