Koleksi Batik Istimewa Disuguhkan Dalam Solo Batik Fashion 3–5 Oktober
Solo Batik Fashion tidak hanya menjadi panggung mode, tetapi juga panggung kebudayaan yang menghubungkan lintas generasi.
Menyambut Hari Batik Nasional, Kota Solo kembali menegaskan diri sebagai Kota Batik Dunia melalui perhelatan akbar Solo Batik Fashion (SBF) 2025, 3 – 5 Oktober di Bale Pangenggar, Taman Balekambang. Pembukaan digelar hari ini, Jumat (3/10) mulai pukul 18.30 WIB.
Tahun 2025 merupakan tahun ke-17 Solo Batik Fashion. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggandeng CV. Rama Dian Kencana dan berkolaborasi dengan Solo Fashion Week merayakan 'Sweet Seventeen' Solo Batik Fashion dengan mengadakan serangkaian acara fashion dengan tema “dahulu • sekarang • nanti”,
Tema tersebut merefleksikan perjalanan batik sebagai warisan budaya dari masa lampau, keberadaannya di masa kini, hingga potensinya di masa depan.
Wali Kota Solo, Respati Ardi mengemukakan, Solo Batik Fashion tidak hanya menjadi panggung mode, tetapi juga panggung kebudayaan yang menghubungkan lintas generasi.
"Tema tahun ini diharapkan mampu menghadirkan narasi kuat mengenai perjalanan batik sebagai identitas bangsa yang terus berevolusi," katanya.
Penyelenggara SBF, Rendy Hapsanto menyampaikan, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta sebagai bentuk komitmen menjaga dan mengembangkan batik sebagai identitas budaya bangsa.
"Solo Batik Fashion 2025 hadir sebagai jembatan antara tradisi dan inovasi, mengajak masyarakat untuk merayakan batik bukan hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai inspirasi bagi masa depan dengan menampilkan koleksi istimewa dari para pembatik dan designer ready-to-wear ternama Indonesia yang menjadi wadah kolaborasi kreatif yang mendorong pertumbuhan industri batik di Indonesia, khususnya industri batik di kota Solo," ungkapnya.
Adakan Dua Kompetisi Besar
Untuk menyemarakkan acara, lanjut dia, Solo Batik Fashion 2025 juga telah mengadakan dua kompetisi besar. Yakni Lomba Desain Motif Batik dan Lomba Desain Busana Ready to Wear.
"Lomba Desain Motif Batik telah melalui proses seleksi ketat dari sekitar 200 peserta menjadi 15 besar. Sementara itu, Lomba Desain Busana Ready to Wear berhasil menyaring 10 finalis dari total 108 pendaftar," jelasnya.
Rendy menambahka, gelaran tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hari pertama akan fokus pada desain fashion batik. Pada hari kedua, panggung dibuka untuk desainer Solo dari berbagai latar belakang atau background tanpa kewajiban membatik.
"Kemudian pada hari ketiga, tema kembali ke batik. Konsep tiga hari tersebut dirancang untuk merepresentasikan tema “dahulu • sekarang • nanti”, dimana batik menjadi penanda masa lalu dan masa depan. Sementara hari kedua menjadi representasi masa kini dunia mode yang dinamis," katanya lagi.
Sementara itu, format panggung tahun ini adalah nol, rata, dan tanpa tingkatan, berbeda dengan tahun lalu yang menggunakan trap atau panggung berundak.
"Solo Batik Fashion 2025 akan menampilkan koleksi istimewa dari para pembatik dan desainer ready-to-wear ternama Indonesia," tegasnya.
Batik Danar Hadi Bakal Hadir
Dari ranah pembatik, lanjut dia, hadir Batik Danar Hadi, Batik Semar, Batik Iskandartex Solo, Hadinata Batik, dan Afif Syakur dengan beragam koleksi batiknya. Mewakili Asosiasi Perancang Mode Indonesia (APPMI) Jawa tengah, hadir karya Djongko Rahardjo, Uzy Fauziah, Tuty Adib, Astuty Kharizma, Hanif Aisyah, Joko Widiarto, dan Andi Setyopitono.
Selain itu, ada juga karya dari Designer Ready to Wear yaitu Owastera by Dinna, Rhiana Putri, Irna Hariyanto, Brahm Italia, Robby Dion, Lenny Agustin, Dadang Koesdarto, Rania, Aulya Akhsan, Ali Charisma, Yunus J Waluya, dan Batik Pitulungan by Robin dan Hanna yang masing-masing menghadirkan interpretasi yang berbeda terhadap batik.
"Seluruhnya menegaskan bahwa batik mampu tampil dengan wajah baru yang penuh prestise sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap batik di semua kalangan masyarakat. Penonton juga akan disuguhi penampilan dari Nashwa Accessories, Himpunan Ratna Busana Surakarta, Tokoh Masyarakat, Influencer, Make Up Artist Surakarta, Ledhek Kepunjulen, dan Mantan Model Solo," pungkas Rendy.