Fakta Unik Batik Diakui UNESCO: Dekranas Tegaskan Komitmen Kuat Pelestarian Batik Nasional

Dekranas melalui Ketua Harian Tri Tito Karnavian menegaskan komitmen kuat dalam Pelestarian Batik, warisan budaya yang diakui UNESCO, mendorong masyarakat bangga dan berinovasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik Batik Diakui UNESCO: Dekranas Tegaskan Komitmen Kuat Pelestarian Batik Nasional
Dekranas melalui Ketua Harian Tri Tito Karnavian menegaskan komitmen kuat dalam Pelestarian Batik, warisan budaya yang diakui UNESCO, mendorong masyarakat bangga dan berinovasi. (AntaraNews)

Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) baru-baru ini mempertegas komitmennya untuk memperkuat upaya Pelestarian Batik sebagai identitas nasional yang tak ternilai. Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, dalam sebuah acara penting di Jakarta.

Komitmen tersebut disampaikan saat Tri Tito Karnavian memberikan sambutan pada Workshop “Brushed Batik” yang diselenggarakan dalam rangka Peringatan Hari Batik Nasional. Acara edukatif ini berlangsung di Cikini82, Jakarta, pada tanggal 25 Oktober lalu, menarik perhatian banyak pihak.

Melalui kegiatan ini, Dekranas tidak hanya ingin mengingatkan kembali akan pentingnya batik, tetapi juga memperkenalkan inovasi. Tujuannya adalah untuk terus memupuk rasa bangga serta meningkatkan minat masyarakat Indonesia terhadap seni dan budaya batik yang telah mendunia.

Tri Tito Karnavian menjelaskan bahwa batik merupakan salah satu seni tradisional yang memiliki proses pembuatan unik. Proses ini melibatkan penggunaan lilin dan pewarna alami untuk menciptakan pola-pola indah pada kain, menjadikannya sebuah mahakarya.

Sejak berabad-abad lalu, batik telah menyatu dengan kehidupan masyarakat Indonesia, mencerminkan identitas, kreativitas, dan tradisi yang mendalam. Setiap simbol dan motif batik memiliki makna filosofis yang kuat, menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Keunikan dan nilai historis kain batik ini telah mendapatkan pengakuan internasional yang prestisius. UNESCO secara resmi mengakui batik sebagai Warisan Budaya Takbenda, sebuah pengakuan yang membanggakan bagi bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, Tri Tito Karnavian menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk merasa lebih bangga terhadap keberadaan batik. Kebanggaan kolektif ini diharapkan dapat semakin memperkuat eksistensi batik sebagai simbol identitas kebudayaan negara di mata dunia.

Dalam workshop yang diselenggarakan, Dekranas memperkenalkan sebuah teknik baru kepada para peserta, yaitu “Brushed Batik”. Teknik inovatif ini memungkinkan lilin dan pewarna diaplikasikan langsung ke kain menggunakan kuas atau brush.

Penerapan metode “Brushed Batik” ini menghasilkan corak yang lebih detail dan halus, memberikan dimensi baru pada seni batik. Selain itu, teknik ini juga memungkinkan transisi warna yang lebih lembut dan desain yang lebih ekspresif, membuka ruang bagi kreativitas seniman.

Teknik ini secara indah memadukan keahlian tradisional dalam membatik dengan ekspresi artistik personal yang modern. "Teknik ini benar-benar menangkap semangat batik, sebuah harmoni sempurna antara keterampilan dan kreativitas," ujar Tri Tito Karnavian, mengutip langsung dari sambutannya.

Melalui workshop ini, Dekranas berharap dapat meningkatkan minat masyarakat Indonesia dalam mengembangkan budidaya batik. Inovasi seperti “Brushed Batik” diharapkan dapat menarik generasi muda untuk terus melestarikan dan mengembangkan warisan budaya ini dengan cara yang relevan dan menarik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi