Kinerja Polri Terbaik Ketiga Dunia Versi WISPI 2023, Pengamat Beri Apresiasi
Pengamat politik senior Boni Hargens mengapresiasi kinerja Polri yang menempati urutan ketiga terbaik di dunia versi Indeks Keamanan Dalam Negeri dan Kepolisian Dunia (WISPI) 2023, menunjukkan profesionalisme dan keunggulan operasional.
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Pengamat politik senior sekaligus pendiri Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Polri yang berhasil menempati urutan ketiga terbaik di dunia berdasarkan penilaian Indeks Keamanan Dalam Negeri dan Kepolisian Dunia (WISPI) 2023.
Prestasi ini menjadi sorotan utama, mengingat metodologi komprehensif yang digunakan WISPI dalam mengevaluasi kinerja kepolisian dari berbagai negara. Penilaian ini mencakup kapasitas institusional hingga hasil konkret di lapangan, menunjukkan komitmen Polri terhadap profesionalisme dan keunggulan operasional yang diakui secara global.
Menurut Boni, indeks global ini menempatkan Polri pada posisi yang membanggakan, mengindikasikan efektivitas institusi kepolisian di seluruh dunia. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga cerminan dari upaya berkelanjutan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Prestasi Gemilang Polri di Kancah Global
WISPI 2023 melakukan penilaian terhadap kinerja kepolisian dari 125 negara, menggunakan 12 indikator komprehensif yang terbagi atas empat domain utama: kapasitas, proses, legitimasi, dan hasil. Dari penilaian ketat tersebut, Polri berhasil menduduki peringkat ketiga terbaik dunia, naik signifikan sebanyak 21 peringkat dari posisi sebelumnya.
Pencapaian paling menonjol terlihat pada perolehan skor 0,920 pada domain hasil, yang menempatkan Polri di posisi ketiga tertinggi secara global. Prestasi ini hanya diungguli oleh Denmark dengan skor 0,960 dan Finlandia dengan skor 0,940, menandakan efektivitas strategi pencegahan dan penanganan kejahatan yang diterapkan Polri.
Boni Hargens menjelaskan bahwa skor tinggi pada domain hasil ini memberikan indikasi kuat bahwa gangguan keamanan di Indonesia tergolong dalam kategori risiko rendah. Hal ini bukan merupakan ancaman serius terhadap stabilitas keamanan nasional, mencerminkan kemampuan Polri dalam mengurangi tingkat kejahatan dan merespons insiden keamanan.
Keunggulan Polri, khususnya pada domain hasil, mengukur dampak nyata dari kebijakan dan operasi kepolisian terhadap tingkat keamanan nasional. Domain ini mengevaluasi seberapa efektif institusi kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat, menandai era baru dalam sejarah Polri sebagai institusi yang fokus pada dampak terukur yang positif.
Kepemimpinan Kapolri dan Dampak Positif
Tahun 2023 menjadi tahun yang penuh prestasi bagi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Berbagai keberhasilan dalam pengungkapan tindak pidana, pemberantasan narkoba, penanganan terorisme, dan pemberantasan korupsi, menunjukkan komitmen institusi terhadap supremasi hukum dan keadilan.
“Pendekatan komprehensif yang mengedepankan profesionalisme, teknologi modern, dan kolaborasi multi-pihak telah membuahkan hasil yang nyata dan terukur,” ujar Boni. Hal ini sejalan dengan peningkatan tingkat kepuasan terhadap kinerja Polri secara keseluruhan yang mendekati angka 80 persen, berdasarkan studi Litbang Kompas, Rumah Politik Indonesia (RPI), dan lembaga survei lainnya.
Kepercayaan publik yang tinggi ini, menurut Boni, menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian. Polri juga mendapat apresiasi khusus atas peningkatan kualitas pelayanan publik dan implementasi pengawasan internal yang konsisten, meskipun sistem pengaduan masyarakat masih terus diperbaiki.
Komitmen Kapolri terhadap profesionalisme personel, melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan anggota, dan penerapan sistem pengawasan melekat yang ketat, menjadi faktor fundamental di balik keberhasilan tersebut. Upaya ini memastikan setiap anggota Polri dapat menjalankan tugasnya dengan optimal dan akuntabel.
Tantangan dan Rekomendasi Peningkatan Kinerja Polri
Meskipun telah mencapai prestasi yang signifikan, Boni Hargens mengingatkan bahwa perjalanan Polri menuju institusi kepolisian kelas dunia masih menyisakan tantangan yang perlu diatasi. Evaluasi menyeluruh menunjukkan bahwa Polri perlu meningkatkan domain kapasitas dan proses, khususnya dalam hal alokasi sumber daya dan efektivitas sistem operasional.
Boni menekankan tiga hal yang perlu mendapat evaluasi serius. Pertama, peningkatan kapasitas institusional dengan investasi dalam teknologi canggih, pelatihan sumber daya manusia berkelanjutan, dan modernisasi infrastruktur kepolisian untuk menghadapi tantangan keamanan abad ke-21 yang semakin kompleks.
Kedua, optimalisasi proses operasional melalui penyempurnaan standar operasional prosedur, digitalisasi layanan, dan efisiensi birokrasi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan respons yang lebih cepat dan akurat terhadap setiap insiden keamanan yang terjadi di masyarakat.
Ketiga, penguatan kolaborasi multipihak dengan sinergi bersama lembaga pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan ekosistem keamanan yang komprehensif dan adaptif terhadap ancaman seperti kejahatan siber, transnasional, dan berbasis teknologi yang memerlukan pendekatan baru.
Indonesia masih menghadapi realitas peningkatan angka kriminalitas di beberapa sektor, menempatkan Polri dalam posisi strategis untuk terus bertransformasi dan berinovasi. “Polri perlu terus mengembangkan kemampuan dalam menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks dan dinamis, mulai dari radikalisme, terorisme, hingga kejahatan terorganisasi yang memanfaatkan teknologi digital,” tutup Boni.
Sumber: AntaraNews