Kholidin Targetkan Emas di Asian Para Games 2026, Siap Hadapi Panggung Pemanah Hebat Dunia
Atlet para-panahan Indonesia Kholidin membidik medali emas pada Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Kholidin Asian Para Games 2026 menjadi target utama setelah sukses di ASEAN Para Games.
Atlet para-panahan kebanggaan Indonesia, Kholidin, telah menetapkan target ambisius untuk meraih medali emas pada ajang Asian Para Games 2026. Kompetisi bergengsi ini akan diselenggarakan di Aichi-Nagoya, Jepang, pada Oktober mendatang. Kholidin, yang merupakan atlet asal Pekalongan berusia 48 tahun, menunjukkan tekad kuatnya untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Target ini muncul setelah Kholidin menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Para Games 2026 yang berlangsung di Thailand dua bulan sebelumnya. Pada ajang tersebut, ia berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu perak, menunjukkan performa yang sangat impresif. Pencapaian tersebut menjadi modal berharga sekaligus motivasi besar bagi Kholidin untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di Asian Para Games.
Dengan penuh keyakinan, Kholidin menyatakan kesiapannya untuk berjuang meraih hasil terbaik. Ia mengungkapkan, "Yang terbaik aja gitu (targetnya). Inginnya sih emas, tapi bismillah." Pernyataan ini mencerminkan semangat juang dan kepercayaan diri Kholidin dalam menatap Asian Para Games 2026, sebuah ajang yang dikenal sebagai panggung bagi para pemanah hebat dunia.
Rekam Jejak Gemilang Kholidin di Ajang Multievent
Kholidin memiliki catatan prestasi yang membanggakan dalam karier para-panahannya. Di ASEAN Para Games 2026, ia berhasil menyumbangkan dua medali emas dan satu perak, yang turut mengantarkan kontingen Indonesia menjadi juara umum pada cabang olahraga panahan. Indonesia mendominasi dengan total lima emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Secara keseluruhan, Kholidin telah mengoleksi tiga emas, dua perak, dan satu perunggu dari dua edisi Asian Para Games sebelumnya. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa dirinya belum berhasil "pecah medali" atau meraih emas di Asian Para Games.
Pada Asian Para Games 2022, Kholidin memperoleh satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Prestasi ini menunjukkan konsistensinya di level Asia, namun target emas individual di ajang ini masih menjadi impian yang belum terwujud.
Asian Para Games, Tantangan Puncak Pemanah Asia
Kholidin tidak menampik bahwa Asian Para Games merupakan ajang yang sangat kompetitif dan menantang. Ia menyebutnya sebagai "panggung pemanah hebat di dunia" karena kualitas atlet yang berpartisipasi.
Menurutnya, peta kekuatan olahraga menunjukkan bahwa Asian Para Games justru lebih sulit dibandingkan Paralimpiade atau Olimpiade. Hal ini karena negara-negara Asia kerap mendominasi perolehan medali di ajang Paralimpiade. "Karena memang kalau yang dilihat peta-peta olahraga itu di Asian ini yang justru lebih sulit. Karena memang di Paralympic atau Olimpiade itu yang mendominasi itu Asian," kata atlet asal Pekalongan tersebut.
Pengalaman dan usianya yang menginjak 48 tahun menjadi bekal berharga bagi Kholidin dalam menghadapi persaingan ketat ini. Ia memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika kompetisi dan strategi yang diperlukan untuk bersaing di level tertinggi.
Persiapan Matang Menuju Asian Para Games 2026
Menyadari tingkat kesulitan Asian Para Games, Kholidin yakin bahwa persiapannya akan berjalan lebih serius dan intensif. Ia berkomitmen untuk meningkatkan latihan dan fokus demi mencapai target emas yang diincarnya.
Setelah mengikuti acara buka bersama di Kantor KONI Provinsi DKI Jakarta, Kholidin langsung bertolak ke Solo. Keberangkatannya ke Solo adalah untuk mengikuti pemusatan latihan yang lebih ketat.
"Nah ini persiapannya tentunya lebih ketat lagi, artinya lebih semangat lagi dan tentunya lebih berat lagi," ujar Kholidin. Ia menambahkan bahwa dirinya akan menikmati setiap proses latihan dan "melahap semua target" yang diberikan pelatih. Komitmen penuh ini diharapkan dapat mengantarkannya meraih medali emas di Aichi-Nagoya.
Sumber: AntaraNews