Kemitraan PKSS Unsri Perkuat Penyerapan Tenaga Kerja, Solusi Atasi Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi
PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) dan Universitas Sriwijaya (Unsri) memperkuat kemitraan strategis untuk mengatasi persoalan pengangguran lulusan perguruan tinggi, khususnya di sektor perbankan dan industri nasional.
PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) dan Universitas Sriwijaya (Unsri) menjalin kemitraan erat untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi. Kolaborasi ini bertujuan mengatasi tingginya angka pengangguran di kalangan sarjana, dengan fokus pada penempatan alumni di sektor perbankan dan industri nasional. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, menghasilkan talenta siap kerja yang kompeten.
Kemitraan yang telah berjalan lebih dari lima tahun ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. PKSS, sebagai perusahaan pengelolaan SDM dan anak perusahaan Yayasan Kesejahteraan Pekerja Bank Rakyat Indonesia (YKP BRI) serta Dana Pensiun BRI, memiliki peran sentral. Mereka aktif menyelenggarakan berbagai program persiapan kerja yang relevan dengan tuntutan pasar.
Kerja sama ini menjadi respons konkret terhadap tantangan ketenagakerjaan di Indonesia, terutama bagi lulusan universitas. Dengan fokus pada wilayah Sumatera Selatan dan industri nasional, PKSS dan Unsri berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung transisi mulus alumni dari bangku kuliah ke dunia profesional. Ini adalah upaya nyata untuk memberikan dampak positif bagi pengembangan SDM dan perekonomian nasional.
Sinergi Jangka Panjang untuk Talenta Siap Kerja
Kolaborasi antara PKSS dan Unsri telah terbukti efektif dalam menghasilkan talenta siap kerja, sebagaimana diungkapkan oleh Strategic Quality Manpower & Development Department PT PKSS, Dera Andhika Duana. Kemitraan jangka panjang ini membuktikan bahwa sinergi antara pendidikan dan industri sangat penting. Duana menyatakan, "Kolaborasi jangka panjang dengan Unsri membuktikan bahwa sinergi antara pendidikan dan industri mampu menghasilkan talenta siap kerja." PKSS berkomitmen untuk terus memperluas peran ini agar penyerapan alumni dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan SDM.
Fokus utama kemitraan ini adalah peningkatan kesiapan kerja lulusan serta perluasan akses penempatan di dunia usaha. PKSS tidak hanya menyalurkan alumni Unsri ke mitra-mitranya, khususnya di sektor perbankan dan perusahaan nasional di Sumatera Selatan, tetapi juga terlibat sejak tahap persiapan. Berbagai program diselenggarakan untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri.
Program-program yang diinisiasi PKSS meliputi campus hiring, career bootcamp, job fair, serta pembekalan dunia kerja. Inisiatif ini dirancang khusus untuk menjembatani transisi lulusan dari lingkungan akademik ke dunia industri secara efektif. Dengan demikian, alumni Unsri dibekali tidak hanya dengan pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Menjawab Tantangan Angka Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi
Kemitraan PKSS dan Unsri ini menjadi semakin relevan mengingat tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa sebanyak 1,01 juta lulusan universitas diproyeksikan menganggur pada tahun 2025. Data ini sejalan dengan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025, dengan 1,01 juta di antaranya berasal dari lulusan perguruan tinggi.
Angka pengangguran total di Indonesia juga mengalami peningkatan. BPS mencatat jumlah pengangguran per Februari 2025 menembus angka hingga 7,28 juta orang, naik sekitar 1,11 persen atau sebesar 83,45 ribu orang. Kondisi ini menggarisbawahi urgensi kolaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan kualitas SDM.
Untuk mengatasi permasalahan serius ini, khususnya bagi lulusan sarjana, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait. Salah satu pihak yang disebut adalah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sinergi antara lembaga pendidikan, industri, dan pemerintah diharapkan dapat menjadi kunci dalam menekan angka pengangguran dan mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di pasar kerja global.
Sumber: AntaraNews