Kemenkop UKM dan Pemkab Parimo Bahas Penguatan UMKM Parigi Moutong, Ini Potensi Lokal Unggulannya!
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Kemenkop UKM membahas penguatan UMKM Parigi Moutong berbasis potensi lokal, membuka jalan bagi pengembangan ekonomi daerah yang lebih maju.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) baru-baru ini membahas strategi penguatan UMKM. Pertemuan penting ini fokus pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah berbasis potensi lokal daerah. Kolaborasi ini bertujuan untuk memajukan sektor UMKM serta ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
Diskusi yang berlangsung di Jakarta tersebut merupakan langkah konkret Pemkab Parimo dalam mencari dukungan pusat. Bupati Parimo, Erwin Burase, menyatakan bahwa sinergi dengan pemerintah pusat sangat diperlukan. Hal ini guna menunjang model pengembangan usaha yang ideal dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
Pembahasan tersebut tidak hanya mencakup penguatan UMKM dari sisi potensi, tetapi juga pengajuan dukungan infrastruktur. Fasilitas penunjang dari pemerintah pusat diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal. Ini menjadi prioritas utama untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Menggali Potensi Lokal Unggulan Parigi Moutong
Kabupaten Parigi Moutong, dengan luas wilayah 6.231,85 hektare dan garis pantai kurang lebih 472 kilometer, memiliki kekayaan alam melimpah. Sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata menjadi tulang punggung utama perekonomian daerah. Kekayaan ini secara alami mendorong pertumbuhan UMKM yang unik dan beragam.
UMKM di Parimo berkembang pesat dari kekayaan lokal tersebut, meliputi olahan pangan, wisata kuliner, hingga kerajinan tangan. "Sektor pertanian, pariwisata dan perikanan memberikan dukungan terhadap pertumbuhan UMKM daerah," kata Bupati Parimo Erwin Burase. Produk unggulan seperti bawang goreng, gula semut, dan olahan durian menjadi identitas khas.
Selain itu, produk perikanan dan kerajinan tangan juga turut menjadi penopang perekonomian masyarakat setempat. Ekosistem wisata pesisir dan destinasi bahari yang dimiliki Parimo membuka peluang besar. Ini termasuk penyerapan tenaga kerja dan penciptaan dunia usaha baru yang inovatif.
Tantangan dan Harapan Dukungan Pusat untuk UMKM
Meskipun memiliki potensi besar, UMKM di Parigi Moutong masih menghadapi berbagai tantangan signifikan. Keterbatasan sarana prasarana penunjang menjadi salah satu kendala utama yang perlu segera diatasi. Hal ini menghambat kapasitas produksi dan kualitas produk yang dihasilkan.
Selain itu, kurangnya akses pasar dan promosi yang efektif juga menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Parimo. Minimnya tenaga ahli dalam olahan pangan dan kemasan turut memengaruhi daya saing produk lokal. Semua tantangan ini berpotensi memperlambat pertumbuhan UMKM di daerah.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Parimo mengajukan permohonan dukungan kepada pemerintah pusat. "Kiranya kami dapat dukungan pemerintah pusat berupa peralatan pengolahan modern, rumah kemasan, galeri UMKM, dan sarana pengembangan UMKM pesisir," ucap Erwin Burase. Dukungan ini krusial untuk mengakselerasi daya saing produk lokal di pasar domestik maupun internasional.
Komitmen Kemenkop UKM dalam Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM, Bagus Rachman, menegaskan bahwa penguatan UMKM merupakan agenda strategis nasional. Hal ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan UMKM sebagai fondasi ekonomi kerakyatan. Pemerintah pusat terus berupaya memperkuat sektor ini secara menyeluruh.
Kemenkop UKM berkomitmen untuk memperkuat produksi UMKM, memperluas lapangan kerja, dan mendorong hilirisasi produk lokal. "Dukungan kami tidak hanya terbatas pada pembiayaan, tapi juga pengembangan infrastruktur, digitalisasi, dan akses pasar," jelas Bagus Rachman. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam mendukung UMKM.
Bagus Rachman menyatakan bahwa usulan dari Bupati Parimo sangat sejalan dengan kebijakan nasional Kemenkop UKM. Usulan tersebut akan segera ditindaklanjuti dalam program prioritas kementerian. Ini termasuk fasilitasi rumah produksi bersama, rumah kemasan, dan perluasan akses pasar digital bagi UMKM di daerah.
Sumber: AntaraNews