Kemendukbangga Perkuat Layanan KB dan Trauma Healing bagi Korban Banjir Sumatera
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) terus mengoptimalkan Layanan Kemendukbangga Korban Banjir di Sumatera, fokus pada kontrasepsi KB dan pemulihan trauma, memastikan perlindungan keluarga di tengah krisis.
Jakarta – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau BKKBN aktif memberikan layanan kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) serta pemulihan trauma bagi para korban banjir di wilayah Sumatera. Upaya ini menyasar masyarakat yang masih berada di posko pengungsian, memastikan mereka mendapatkan dukungan esensial di masa sulit.
Fokus utama penanganan bencana ini diarahkan pada perlindungan keluarga, terutama kelompok rentan, agar tetap aman dan terlindungi dari dampak krisis. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan penyuluh KB hingga remaja Generasi Berencana (Genre) untuk memberikan bantuan trauma healing.
Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi antara penyuluh KB, remaja Genre, dan para psikolog profesional. Mereka bekerja sama untuk memberikan pendampingan psikososial yang komprehensif kepada masyarakat terdampak banjir, khususnya di posko pengungsian.
Kemendukbangga Hadirkan Trauma Healing dan Edukasi Psikososial
Program trauma healing yang diinisiasi oleh Kemendukbangga dilaksanakan secara langsung di posko pengungsian melalui berbagai sesi edukasi, pendampingan, dan penguatan mental. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu korban banjir mengatasi dampak psikologis akibat bencana, serta membangun kembali ketahanan mental mereka.
Melalui program Generasi Berencana (Genre), layanan trauma healing telah menjangkau ribuan remaja di wilayah terdampak. Data terkini menunjukkan bahwa 1.686 remaja telah menerima manfaat dari program ini, meliputi 500 orang di Aceh, 722 orang di Sumatera Utara, dan 464 orang di Sumatera Barat.
Keterlibatan remaja Genre dalam program ini menunjukkan komitmen Kemendukbangga dalam memberdayakan generasi muda. Mereka berperan aktif sebagai agen perubahan dan pendukung sebaya, menciptakan lingkungan yang suportif bagi korban banjir.
Akses Layanan KB dan Intervensi Gizi di Wilayah Bencana
Selain dukungan psikososial, Kemendukbangga/BKKBN juga menyediakan layanan KB di sekitar posko pengungsian. Langkah ini diambil untuk memastikan akses terhadap pelayanan kontrasepsi tetap tersedia bagi pasangan usia subur yang terdampak bencana.
Peran Kemendukbangga/BKKBN sangat vital sebagai anggota subklaster Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kesehatan Reproduksi dalam situasi krisis. Institusi ini bertanggung jawab mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan di tengah kondisi darurat.
Sebagai bagian dari upaya perlindungan keluarga terdampak bencana, intervensi gizi spesifik juga terus dilaksanakan melalui program Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD (MBG 3B). Program ini krusial untuk menjaga kesehatan ibu dan anak di wilayah bencana. Meskipun Tim Pendamping Keluarga (TPK) menghadapi kendala akses akibat kerusakan jalan, layanan MBG 3B tetap berjalan dengan penyesuaian di lapangan, memastikan bantuan tetap sampai kepada yang membutuhkan.
Kehadiran langsung petugas di lapangan, bahkan hingga ke hunian sementara, membuktikan komitmen Kemendukbangga dalam memberikan dampak positif. Mendukbangga Wihaji menegaskan, "Prinsip kami jelas, negara harus hadir dan memberi dampak positif bagi masyarakat terdampak."
Sumber: AntaraNews