Kemendikbudristek Pastikan Pembangunan Kembali Dua Sekolah Rusak di Nagan Raya Aceh
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan membangun kembali dua sekolah yang rusak akibat banjir bandang di Nagan Raya, Aceh, memastikan kelanjutan proses belajar mengajar bagi ratusan siswa. Pembangunan Sekolah Nag
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan segera memulai pembangunan kembali dua unit sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Kepastian ini menyusul kerusakan parah yang dialami kedua sekolah tersebut akibat bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Langkah ini diambil pemerintah pusat untuk memastikan akses pendidikan tetap berjalan optimal bagi para siswa di wilayah terdampak.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, menyatakan bahwa pembangunan kembali direncanakan terlaksana pada tahun ini. Ratusan siswa dari SD Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang dan SMP Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang saat ini terpaksa belajar di fasilitas darurat. Proses pembangunan ini diharapkan dapat mengakhiri kondisi belajar mengajar yang tidak ideal tersebut.
Keputusan pembangunan kembali ini didapatkan setelah tim dari Kemendikbudristek melakukan survei dan pendataan menyeluruh di lokasi. Pemerintah daerah Nagan Raya juga telah aktif menyiapkan dua lokasi baru serta kelengkapan administrasi tanah yang diperlukan. Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, turut memberikan arahan untuk mempercepat realisasi proyek penting ini.
Dampak Banjir Bandang dan Kondisi Pendidikan Darurat di Nagan Raya
Bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, pada 26 November 2025, meninggalkan dampak signifikan. Dua institusi pendidikan, yaitu SD Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang dan SMP Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang, mengalami kerusakan parah. Kejadian ini mengganggu aktivitas belajar mengajar di wilayah tersebut secara drastis.
Akibat kerusakan tersebut, ratusan siswa dari kedua sekolah terpaksa melanjutkan pendidikan di sekolah darurat. Pemerintah daerah setempat berinisiatif mendirikan fasilitas sementara agar proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung tanpa terhenti. Kondisi ini menyoroti urgensi pembangunan kembali fasilitas permanen yang layak bagi para pelajar.
Zulkifli, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, mengungkapkan bahwa siswa-siswi tersebut sangat membutuhkan lingkungan belajar yang kondusif. “Dengan pembangunan kembali dua unit sekolah itu diharapkan ke depan ratusan siswa korban bencana alam di Beutong Ateuh Banggalang tidak lagi belajar di sekolah darurat seperti yang saat ini berlangsung,” kata Zulkifli. Situasi darurat ini telah berlangsung selama beberapa waktu, menuntut solusi cepat dari pemerintah.
Kemendikbudristek Pastikan Pembangunan dan Koordinasi Pemerintah Daerah
Kepastian pembangunan kembali dua sekolah di Nagan Raya datang langsung dari Kemendikbudristek. Kunjungan tim kementerian ke lokasi yang rusak menjadi dasar pengambilan keputusan ini. Pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Zulkifli menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan baru untuk lokasi pembangunan. Persiapan administrasi tanah juga sedang disempurnakan agar proses konstruksi dapat segera dimulai. Koordinasi erat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan proyek pembangunan sekolah Nagan Raya ini.
Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, telah memberikan arahan khusus untuk memaksimalkan rencana pembangunan. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan mempercepat realisasi proyek ini. Targetnya, pembangunan dapat dilaksanakan pada tahun ini, sehingga siswa dapat kembali belajar di gedung sekolah yang layak dan aman.
Sumber: AntaraNews