Kemenag Serukan Semangat Rawat Toleransi Lintas Iman Lewat Jalan Santai di CFD Jakarta
Kemenag serukan semangat rawat toleransi dan pererat kebersamaan melalui jalan santai lintas iman di CFD Jakarta, menandai rangkaian Natal 2025. Pesan kuat untuk jaga kerukunan.
Kementerian Agama (Kemenag) secara aktif menyerukan semangat untuk terus merawat toleransi dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat. Seruan ini disampaikan melalui gelaran jalan santai lintas iman yang memanfaatkan momen Hari Bebas Kendaraan Bermotor (CFD) di Jakarta. Acara ini menjadi simbol penting dalam menumbuhkan semangat saling menghargai antarumat beragama di Indonesia, sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kemenag, dengan dihadiri ratusan peserta dari berbagai latar belakang. Menteri Agama Nasaruddin Umar secara langsung melepas para peserta, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan dan persatuan. Jalan santai ini juga menjadi penanda dimulainya rangkaian Perayaan Natal Kementerian Agama tahun 2025, yang akan diisi dengan berbagai kegiatan positif.
Menag Nasaruddin Umar menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk merekatkan, mempererat, dan mengintegrasikan semua perbedaan menjadi satu kesatuan bangsa yang kokoh. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga kerukunan sebagai anugerah terindah. Ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November, meskipun digelar beberapa hari setelahnya.
Merawat Kerukunan sebagai Anugerah Terindah Bangsa
Dalam arahannya, Menag Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa untuk senantiasa merawat kerukunan dan memperkuat persatuan. Menurutnya, keberagaman Indonesia merupakan lukisan Tuhan yang paling indah yang harus dijaga bersama oleh seluruh warga negara. "Indonesia ini adalah lukisan yang paling indah di muka bumi. Jangan ada yang mengacak-acak lukisan Tuhan," ujar Menag Nasaruddin Umar.
Menag juga menyoroti bahwa sebesar apapun capaian pembangunan ekonomi, tidak akan bermakna tanpa adanya kerukunan di tengah masyarakat. Ia mencontohkan banyak negara di dunia yang tidak dapat menikmati hasil kekayaannya karena terus-menerus dilanda konflik berkepanjangan. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya stabilitas sosial.
"Tanpa kerukunan, semuanya tidak ada artinya. Banyak negara kaya tidak bisa menikmati kekayaannya, karena warganya tidak aman keluar rumah," tegas Menag Nasaruddin Umar. Ia menambahkan bahwa Indonesia patut bersyukur karena tetap menjadi negara yang damai di tengah keberagaman budaya, agama, dan etnik yang sangat kaya. Semangat Kemenag rawat toleransi menjadi kunci utama.
Peran Strategis Kemenag dalam Moderasi Beragama
Kementerian Agama memiliki peran strategis dan vital dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Melalui berbagai program dan inisiatif, Kemenag terus mendorong praktik moderasi beragama yang mengedepankan keseimbangan dan keadilan. Gelaran jalan santai lintas iman ini adalah salah satu wujud nyata dari upaya tersebut, yang juga bertepatan dengan semangat Hari Toleransi Internasional.
Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung, menjelaskan bahwa meskipun acara ini digelar beberapa hari setelah Hari Toleransi Internasional, nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, dan komitmen kebangsaan menjadi jiwa dari pelaksanaan kegiatan. Ini menunjukkan konsistensi Kemenag dalam menyebarkan pesan perdamaian dan persatuan. Upaya Kemenag rawat toleransi ini diharapkan dapat terus berkelanjutan.
Pelaksanaan jalan santai ini bukan hanya sekadar kegiatan fisik, melainkan juga sebuah pernyataan kolektif tentang pentingnya hidup berdampingan secara harmonis. Peserta dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan berjalan bersama, menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi kuat bagi kerukunan nasional.
Rangkaian Perayaan Natal 2025: Pesan Cinta dan Persaudaraan
Gelaran jalan santai di CFD Jakarta ini juga menandai dimulainya rangkaian Perayaan Natal Kementerian Agama tahun 2025. Setelah pembukaan di ibu kota, rangkaian acara akan digelar di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pesan toleransi dan persaudaraan akan disebarkan secara luas, menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dirjen Jeane Marie Tulung merinci bahwa rangkaian kegiatan Natal Kemenag 2025 akan meliputi berbagai agenda penting. Di antaranya adalah seminar yang membahas isu-isu relevan, ibadah bersama, peluncuran buku Ekoteologi, serta berbagai aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Semua kegiatan ini dirancang untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
"Rangkaian Natal tahun ini mengalir dari kota ke kota, dari umat ke umat, membawa pesan cinta, damai, dan persaudaraan sebagai kontribusi dalam memperkuat moderasi beragama dan kerukunan nasional," kata Jeane Marie Tulung. Inisiatif ini menegaskan komitmen Kemenag untuk tidak hanya merayakan Natal sebagai hari raya keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama.
Sumber: AntaraNews