Keluhan Pemudik di Jalan Lintas Sumatra, Aspal Bergelombang dan Minim Penerangan
Di sepanjang Jalinsum, khususnya di daerah Hatta, Bakauheni, Lampung Selatan, pencahayaan jalan masih kurang dan belum tersebar merata.
Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim telah menghidupkan 100 lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sepanjang jalan nasional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan gubernur untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama periode Lebaran. Namun, kenyataan di lapangan justru memunculkan kritik tajam karena masih banyak area yang gelap. Beberapa pemudik sepeda motor yang melintas di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) mengungkapkan bahwa kondisi jauh dari klaim yang disampaikan.
Di ruas Jalinsum, khususnya di wilayah Hatta, Bakauheni, Lampung Selatan, penerangan jalan masih sangat minim dan tidak merata. Situasi serupa juga terlihat di kawasan Agom, Kalianda.
Meskipun ada deretan tiang lampu di sepanjang jalan, sebagian besar lampu tidak berfungsi, sehingga ruas jalan tetap gelap saat malam hari. Kondisi ini menuai keluhan dari para pemudik yang melintas. Minimnya penerangan dianggap berisiko tinggi terhadap keselamatan, terutama di jalur utama yang padat kendaraan selama arus mudik dan balik.
"Kalau malam masih gelap, penerangan kurang. Ini kan jalan utama lintas, seharusnya lebih diutamakan," ujar Sinta, seorang pemudik dari Kotabumi, Lampung Utara, pada Kamis (26/3) malam. Pemudik lainnya, Tomy Saputra, juga menyayangkan kondisi jalan arteri dari Pelabuhan Bakauheni hingga keluar yang masih minim penerangan. Dia mengaku khawatir saat melintas di jalan nasional tersebut menuju kampung halamannya di Oku Timur, Sumatera Selatan, karena kondisinya gelap.
"Kemarin baca berita lampunya mau dipasang tapi ini arus balik masih aja gelap, jadi takut kalau mudik naik sepeda motor, apalagi ini jalan utama untuk yang mudik pakai motor," ungkapnya.
Dia menambahkan, dari tahun sebelumnya suasana mudik saat melintas di Lampung tidak ada perubahan, mulai dari jalan yang gelap hingga kondisi aspal yang tidak rata menjadi keluhan pemudik.
"Ya kalau dari pengalaman enggak ada baiknya dari tahun lalu, kondisi jalan enggak rata, lampu jalan juga gelap, kasihan yang mudik pakai motor seperti kami ini. Maunya pemerintah itu jangan cuma janji aja, ini kondisinya sama aja sama-sama gelap sudah," keluhnya.
Selain masalah lampu jalan, para pemudik juga menyoroti kondisi Jalinsum yang bergelombang di beberapa titik. Mereka berharap pemerintah tidak hanya fokus pada klaim perbaikan, tetapi juga benar-benar memastikan infrastruktur jalan layak dan aman untuk dilalui. Ketidaksesuaian antara klaim pemerintah dan kondisi di lapangan ini pun memunculkan sorotan tajam terhadap janji gubernur yang dinilai belum sepenuhnya terealisasi, terutama dalam menjamin keselamatan pemudik di jalur vital Sumatera.
Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan tanggapan mengenai keluhan pemudik yang menyoroti minimnya penerangan di beberapa titik Jalan Lintas Sumatra selama arus mudik Lebaran 2026. Mirzani mengakui bahwa masalah lampu jalan mati memang sering terjadi setiap tahun, khususnya di ruas jalan nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. "Banyak keluhan dari masyarakat, khususnya di jalan nasional. Lampu jalan mati di berbagai titik dan belum diganti. Sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan penggantian, tapi laporannya sering hilang," jelasnya pada Selasa (17/3) malam.
Pemerintah Provinsi Lampung telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung untuk mempercepat perbaikan fasilitas penerangan tersebut.
"Kami sudah sampaikan ke balai agar segera mendapat dukungan perbaikan," ungkapnya.
Selain lampu jalan, Mirzani juga menyoroti masih minimnya marka jalan di beberapa jalur yang dilalui pemudik. Namun, saat ini penanganan difokuskan pada perbaikan jalan berlubang.
"Untuk marka jalan memang belum optimal. Saat ini balai masih fokus pada penambalan lubang di sepanjang jalan lintas," jelasnya. Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan bergantung pada status kewenangan.
Jalan nasional menjadi tanggung jawab balai, sedangkan jalan provinsi dan kabupaten ditangani pemerintah daerah masing-masing. Meskipun demikian, Mirzani memastikan bahwa perbaikan lampu jalan akan segera direalisasikan dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota.
"Lampu jalan akan segera diperbaiki oleh kabupaten/kota," tegasnya.