Sorot
{{caption}}
Kesaksian Warga Sebelum Istri Tewas Dicekik Suami

{{caption}}
Pimpinan DPR Janji Cabut Status Tersangka 16 Mahasiswa Trisakti

{{caption}}
Demo Depan DPR Usai, Jalan Gatot Subroto Dibuka Lagi

{{caption}}
Istri Dicekik Suami Pakai Seprei hingga Tewas

{{caption}}
Aturan Baru, Lahan Pertanian Diperkuat untuk Swasembada Pangan

{{caption}}
Prabowo Puji Kinerja Petugas Haji

Topik Terkait
{{caption}}
Alasan Hakim Akhirnya Vonis Bebas ke Nyoman Sukena, Warga Bali yang Pelihara Landak Langka

Majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar membeberkan sejumlah alasan menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa Nyoman Sukena (38) yang memelihara landak Jawa.

{{caption}}
Divonis Bebas, Sukena yang Pelihara Landak Jawa Langsung Sujud Syukur

Sukena mengaku dengan adanya peristiwa tersebut tidak akan lagi memelihara landak Jawa yang dilakukan

{{caption}}
Polda Bali Buka Suara Soal Kasus Sukena yang Pelihara 4 Ekor Landak Jawa

Polisi sebut Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali, tidak pernah menahan terdakwa Sukena.

{{caption}}
Kasus Pelihara Landak Jawa, JPU Tuntut Nyoman Sukena Bebas

Sukena sebelumnya menjadi terdakwa karena memelihara empat ekor landak jawa yang ternyata masuk daftar hewan dilindungi.

{{caption}}
Politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka Apresiasi Hakim Tangguhkan Penahanan Sukena, Minta Sidang Terus Dikawal

Dia menilai jaminan yang diberikan untuk Sukena termasuk oleh dirinya bukti bahwa rasa memperjuangkan keadilan di tengah masyarakat.

{{caption}}
Nyoman Sukena Blak-blakan Awal Mula Pelihara Hewan Dilindungi Landak Jawa Hingga Berujung jadi Terdakwa

Landak yang dipelihara oleh Sukena juga sempat mendapat ritual upacara bertepatan dengan Hari Suci Tumpek Kandang.

{{caption}}
PN Denpasar Kabulkan Penangguhan Penahanan Sukena, Terdakwa Kepemilikan Landak Jawa

Permohonan penangguhan penahanan Sukena terhitung sejak 12 September 2014 hingga 21 September 2024. Namun dia dikenakan wajib lapor.

{{caption}}
Warga Terancam 5 Tahun Bui, Pemprov Bali Panggil BKSDA Pertanyakan Tak Ada Sosialisasi Landak Jawa Dilindungi

Pemprov Bali mengaku prihatin atas kasus yang menimpa terdakwa I Nyoman Sukena. Tetapi soal proses hukum, pihaknya harus menghormati yang sedang berjalan.

{{caption}}
Kisah Pilu Nyoman Sukena Terancam 5 Tahun Penjara Gara-gara Pelihara Landak Langka

Terdakwa Nyoman Sukena terancam 5 tahun pidana dan sidang untuk perkara ini sudah digelar pada 29 Agustus lalu

{{caption}}
Pelihara Landak Jawa, Pria di Bali Terancam 5 Tahun Penjara

Terdakwa mengaku tidak tahu memelihara landak Jawa, yang merupakan hama di kampungnya, tidak dibenarkan dan ada ancaman pidananya.

{{caption}}
Komplotan WNA Curi Jam Tangan Mewah di Salah Satu Mal di Bali

Aksi pencurian komplotan warga asing yang belum diketahui identitasnya ini, terekam CCTV dan menjadi viral di media sosial, pada Jumat (19/6).

{{caption}}
FOTO: Umat Hindu Rayakan Hari Raya Galungan dengan Persembahyangan di Pura

Umat Hindu di berbagai wilayah Indonesia merayakan Hari Raya Galungan dengan penuh khidmat.

{{caption}}
Kualitas Avtur Pertamina Bali Terjamin Jelang Puncak Musim Liburan 2026

PT Pertamina (Persero) memastikan kualitas avtur Bali tetap prima untuk mendukung operasional penerbangan yang aman. Langkah ini krusial menjelang puncak musim liburan pertengahan tahun 2026, menjaga Kualitas Avtur Pertamina Bali.

{{caption}}
Pemkab Badung Jaga Daya Beli Masyarakat Jelang Galungan, Pasar Murah Jadi Solusi Inflasi

Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Galungan melalui pasar murah bersubsidi. Simak upaya Pemkab Badung selengkapnya!

{{caption}}
Tekiber Hadirkan Operet Princess Panda di D'Youth Fest 6.0, Angkat Pesan Harmoni dan Pertumbuhan

Teater Kini Berseri (Tekiber) memukau penonton D'Youth Fest 6.0 dengan operet Princess Panda, membawa pesan mendalam tentang keseimbangan hidup dan harmoni di tengah perbedaan.

{{caption}}
Wali Kota Denpasar Ajak Umat Hindu Introspeksi Diri, Makna Galungan Kuningan Jadi Momentum Kebaikan

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengajak umat Hindu memaknai Galungan Kuningan sebagai introspeksi diri dan kemenangan dharma, demi kehidupan yang lebih baik.