Jakarta Bedug Kolosal Perkuat Kebersamaan Warga, Gubernur Pramono: Momen Harmoni Sosial
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menggelar Jakarta Bedug Kolosal di Bundaran HI sebagai upaya memperkuat kebersamaan dan harmoni sosial di Ibu Kota, sekaligus menjadi puncak rangkaian Eid Mubarak Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memimpin perayaan malam takbiran dengan menggelar acara Jakarta Bedug Kolosal di Bundaran HI pada Jumat, 21 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat nilai kebersamaan serta harmoni sosial di tengah masyarakat Ibu Kota. Lebih dari seribu bedug dari berbagai kelurahan turut memeriahkan suasana.
Acara kolosal ini merupakan puncak dari rangkaian perayaan Eid Mubarak Jakarta, yang juga dimeriahkan dengan pawai obor melibatkan ribuan peserta. Pertunjukan air mancur bertema Jakarta Rhythm of the Fountain turut menambah semarak malam kemenangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya menciptakan momen perayaan Idul Fitri yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.
Pramono Anung menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar hiburan, melainkan juga menjadi ruang kreativitas masyarakat. Selain itu, acara ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta. Bundaran HI diubah menjadi pusat interaksi sosial yang hangat dan penuh sukacita.
Semarak Jakarta Bedug Kolosal dan Rangkaian Eid Mubarak
Acara Jakarta Bedug Kolosal yang dipusatkan di Bundaran HI menjadi magnet bagi ribuan warga yang ingin merasakan gema takbir. Lebih dari seribu bedug dari 261 kelurahan di Jakarta, serta perwakilan dari Provinsi Banten dan Sumatera Barat, berpadu menciptakan suara takbir yang menggema. Kehadiran bedug-bedug ini menandai perayaan Idul Fitri yang penuh semangat dan persatuan.
Selain pertunjukan bedug, kemeriahan malam takbiran juga diwarnai dengan pawai obor yang melibatkan sekitar 5.000 peserta. Pawai ini turut dimeriahkan dengan mobil hias yang berparade di sepanjang jalan protokol Jakarta. Pertunjukan air mancur Jakarta Rhythm of the Fountain melengkapi suasana dengan paduan cahaya dan musik religi yang memukau.
Gubernur Pramono Anung menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan sukacita. Tujuannya adalah memastikan masyarakat dapat merayakan malam kemenangan dengan aman dan nyaman. Bundaran HI, sebagai ikon kota, diubah menjadi ruang interaksi sosial yang hangat bagi keluarga.
Memperkuat Kebersamaan dan Toleransi di Ibu Kota
Pramono Anung menyoroti bahwa malam takbiran tahun ini terasa istimewa karena beriringan dengan Hari Raya Nyepi yang baru saja diperingati. Momentum ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga Jakarta tentang keberagaman. Ibu Kota adalah rumah bagi berbagai tradisi dan keyakinan yang hidup berdampingan dalam suasana saling menghormati.
Melalui Jakarta Bedug Kolosal dan rangkaian acara lainnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin mempererat harmoni sosial. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berinteraksi dan menguatkan tali silaturahmi. Ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota yang inklusif dan menghargai perbedaan.
Sebagai pelengkap perayaan Idul Fitri, Gubernur Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno akan menyelenggarakan acara halal bihalal. Acara ini dijadwalkan pada tanggal 11 April 2026 di Lapangan Banteng. Momen ini akan menjadi kesempatan bagi warga untuk saling menyapa, memaafkan, dan memperkuat kebersamaan.
Jakarta sebagai Kota Inklusif dan Berbudaya Global
Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno berharap bahwa seluruh kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan tahunan semata. Mereka menginginkan agar acara seperti Jakarta Bedug Kolosal menjadi bagian dari identitas Jakarta. Identitas ini mencakup Jakarta sebagai kota yang inklusif, kreatif, dan berbudaya.
Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat menegaskan posisi Jakarta sebagai kota global yang dinamis. Tujuannya adalah memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pramono Anung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Jakarta yang telah menjaga kondusivitas kota selama bulan Ramadhan. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan. Hal ini penting agar Jakarta tetap menjadi tuan rumah yang nyaman bagi seluruh warganya.
Sumber: AntaraNews