Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 akan dipusatkan di area Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada 19 Maret mendatang. Kegiatan ini akan dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang spektakuler.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan Bundaran HI akan menjadi lokasi utama perayaan. Ini termasuk pemasangan penjor yang belum pernah ada sebelumnya. Langkah ini menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta terhadap perayaan hari besar keagamaan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memastikan seluruh agama diperlakukan setara di Jakarta. Hal ini sesuai dengan visi Gubernur Pramono sebagai pemimpin bagi semua umat.
Advertisement
Advertisement
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan kembali komitmennya untuk memperlakukan seluruh agama secara setara di ibu kota. Pernyataan ini disampaikan saat mengumumkan rencana perayaan Nyepi di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Pramono Anung Wibowo secara konsisten menyatakan dirinya sebagai gubernur bagi semua umat, mencerminkan semangat kebhinekaan yang dijunjung tinggi di Jakarta. Hal ini menjadi landasan bagi perayaan berbagai hari besar keagamaan.
Keinginan Gubernur untuk merayakan semua hari besar keagamaan di Jakarta telah terwujud sebelumnya. Mulai dari Natal tahun lalu, Imlek, Ramadhan, Idul Fitri, hingga kini Hari Raya Nyepi.
Advertisement
Perayaan Nyepi dengan pawai ogoh-ogoh di Bundaran HI adalah simbol nyata dari semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Jakarta. Ini memperkuat citra kota sebagai pusat keberagaman.
Advertisement
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati menjelaskan bahwa panitia telah menyusun serangkaian kegiatan. Kegiatan ini terbagi dalam empat klaster utama, meliputi keagamaan, sosial, kemasyarakatan, serta festival budaya dan pendidikan.
Kegiatan keagamaan inti meliputi Melasti, Tawur Agung Kesanga, Nyepi itu sendiri, dan Ngembak Geni. Melasti dijadwalkan pada 15 Maret 2026 di Pura Segara, Jakarta Utara. Acara ini akan dihadiri oleh umat Hindu se-DKI Jakarta.
Puncak acara Tawur Agung akan dilaksanakan pada 18 Maret 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun, sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Setelah itu, pawai ogoh-ogoh akan memeriahkan Bundaran HI sebagai bagian dari festival budaya.
Advertisement
Selain rangkaian keagamaan, panitia juga mengadakan berbagai kegiatan sosial dan budaya untuk masyarakat luas. Seluruh rangkaian dilaksanakan dengan lokasi yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.
- Bhakti sosial, donor darah, dan pengobatan gratis.
- Seminar literasi keuangan dan UMKM.
- Festival budaya dan parade Ogoh-ogoh di ruang publik.
- Mendukung citra Jakarta sebagai kota toleran dan berbudaya.
Sumber: AntaraNews
Advertisement