Gubernur Pramono Anung Hadiri Upacara Melasti di Pura Segara, Sambut Hari Nyepi 1948
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut serta dalam Upacara Melasti di Pura Segara, Cilincing, menandai persiapan menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang penuh makna.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Upacara Melasti yang khidmat di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu, 15 Maret 2026. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang akan jatuh pada 19 Maret 2026. Kehadiran Pramono Anung menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan umat Hindu di ibu kota.
Dalam sambutannya, Pramono Anung menyampaikan harapannya agar rangkaian upacara Melasti ini berjalan lancar. Ia berharap Catur Brata Penyepian dapat terlaksana dengan baik, menjadikan umat Hindu lebih baik. Upacara ini juga diharapkan dapat memulai kembali kehidupan dengan hati yang suci, serta menjaga bumi melalui perenungan diri.
Ribuan umat Hindu dari berbagai pura di Jakarta dan sekitarnya memadati Pura Segara untuk mengikuti prosesi sakral ini. Mereka mengenakan pakaian adat sembahyang berwarna putih, menciptakan suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan.
Makna dan Harapan di Balik Upacara Melasti
Upacara Melasti memiliki makna penting bagi umat Hindu sebagai ritual penyucian diri dan alam semesta. Gubernur Pramono Anung menekankan esensi perenungan diri dan pembersihan hati dalam menyambut Hari Raya Nyepi. Kegiatan ini menjadi momen introspeksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menjaga kelestarian lingkungan.
Pramono Anung juga menyoroti parade ogoh-ogoh di Bundaran HI pekan lalu sebagai wujud nyata toleransi. Ia melihatnya sebagai komitmen bersama menjadikan Jakarta rumah nyaman bagi semua umat beragama. Parade tersebut diharapkan menjadi ruang terbuka bagi pelestarian budaya yang kaya dan beragam di ibu kota.
Partisipasi aktif pemerintah daerah dalam acara keagamaan ini memperkuat jalinan kerukunan antarumat. Hal ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota yang inklusif dan menghargai keberagaman budaya. Kehadiran pejabat tinggi menjadi simbol dukungan penuh terhadap praktik keagamaan warga.
Khidmatnya Prosesi dan Kehadiran Pejabat
Suasana di Pura Segara sejak pagi hari dipenuhi kekhidmatan dan antusiasme ribuan umat Hindu. Para peserta upacara, baik pria maupun wanita, mengenakan busana adat sembahyang berwarna putih. Pria mengenakan kemeja dan topi udeng, sementara wanita memakai kebaya dan selendang, menambah keindahan ritual.
Ketua Suka Duka Hindu Dharma, Made Sudarta, mengungkapkan bahwa lebih dari 20 pura di Jakarta dan sekitarnya berpartisipasi. Keterlibatan banyak pura ini menunjukkan tingginya semangat kebersamaan umat Hindu dalam menyambut Nyepi. Ini juga memperlihatkan skala besar dari perayaan Melasti di ibu kota.
Selain Gubernur Pramono Anung, beberapa pejabat penting turut hadir dalam Upacara Melasti ini. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia, Isyana Bagoes Oka, serta Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, tampak di lokasi. Kehadiran mereka menegaskan dukungan lintas sektor terhadap kegiatan keagamaan masyarakat.
Para tamu disambut dengan penampilan tari pendet oleh penari Sekar Jagat yang anggun. Tarian ini menambah semarak dan nuansa budaya Bali yang kental pada upacara tersebut. Sambutan hangat ini mencerminkan keramahan dan kekayaan tradisi yang dijunjung tinggi oleh umat Hindu.
Sumber: AntaraNews