Sorot
{{caption}}
Reaksi Prabowo Saat Warga Gorontalo Bersorak Sambut Sherly Tjoanda

{{caption}}
Diplomasi Jadi Senjata Indonesia Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

{{caption}}
Prabowo: B50 Meluncur Juli 2026, Kita Tak Akan Impor Solar Lagi

{{caption}}
Prabowo Ungkap Kunci Indonesia Jadi Kekuatan Pangan Dunia

{{caption}}
Respons Pabrikan Otomotif Hengkang, Kemlu Bocorkan Investasi Baru

{{caption}}
Harga GTA 6 Terungkap, Versi Ultimate Edition Sentuh Rp 1,7 Juta

Topik Terkait
{{caption}}
Tim Prabowo: Badan Penerimaan Negara Buat Tambal Anggaran yang Bocor

Badan Penerimaan Negara dibentuk agar bisa mendongkrak rasio penerimaan pajak.

{{caption}}
Siap-Siap, Tahun 2025 PPN Naik Jadi 12 Persen!

Pemerintah berencana menaikkan tarif PPN menjadi 12 persen di tahun 2025.

{{caption}}
Indef Kritik Prabowo yang Mau Bikin Badan Penerimaan Negara di Bawah Kementerian Keuangan

Prabowo Subianto berencana akan membuat lembaga khusus untuk memaksimalkan pendapatan negara.

{{caption}}
Bea Cukai Dalami Kepemilikan dan Dokumen 82 Yacht di Perairan Jakarta

Bea Cukai Jakarta menegaskan, rangkaian pemeriksaan ini adalah bagian dari upaya untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari peredaran barang mewah.

{{caption}}
Menkeu Purbaya Buka Suara Soal Pembentukan Badan Penerimaan Negara

Purbaya menekankan keputusan akhir tetap akan bergantung pada arahan Presiden serta hasil diskusi yang dilakukan bersama Kepala Negara.

{{caption}}
Fakta Unik: Menkeu Purbaya Tak Berencana Bentuk Badan Penerimaan Negara Baru, Fokus Optimalkan yang Ada

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada rencana pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) baru. Mengapa ia memilih strategi optimasi instrumen yang sudah ada?

{{caption}}
PR Prabowo-Gibran Usai Dilantik: Perkuat Penegakan Hukum Terkait Pajak untuk Tingkatkan Penerimaan Negara

Selain meningkatkan pemungutan dan penerimaan pajak, penguatan penegakan hukum dengan lebih konkret juga dapat mengurangi potensi kebocoran.

{{caption}}
Insentif Harga Gas Bumi Berpotensi Kurangi Pendapatan Negara hingga Rp15,6 Triliun

Insentif harga gas bumi tertentu (HGBT) untuk 7 sektor industri membuat penerimaan negara turut berkurang hingga Rp15,6 triliun.