Info Mudik 2026, Ini Pemicu Macet hingga Melumpuhkan Jalan Lintas Timur Jambi-Palembang
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) memastikan kondisi jalan nasional di Jambi kondisinya baik.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi menilai kemacetan di jalan Lintas Timur Jambi-Palembang diperparah akibat ketidakpatuhan kendaraan barang tetap beroperasi di luar ketentuan.
"Macet murni akibat arus mudik, arus kendaraan padat, dan truk tiga sumbu masih melintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim). Itu yang memperparah kemacetan," kata Kepala BPJN Jambi Dedy Hariadi di Jambi, Selasa (17/3), demikian dikutip dari Antara.
Menurut dia, seharusnya truk angkutan barang di luar muatan kebutuhan pokok sudah tidak boleh melintas sejak 13 Maret lalu.
Namun fakta lapangan, masih ditemukan kendaraan besar melebihi kapasitas, bahkan mengarah ke over dimensi (Odol) masih melintas di Jalan Lintas Timur Sumatra.
Penyebab Lain Kemacetan
Selain kendaraan itu, kata dia, angkutan batu bara yang terpantau masih beroperasi menjadi bagian penyebab kemacetan di Jambi.
Dedy menambahkan, kondisi kemacetan di Jambi merupakan dampak dari macet yang terjadi di wilayah Banyu Lencir dan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.
Kemacetan di daerah itu mengular dan berdampak hingga ke wilayah Sebapo, Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.
Sehingga pemudik dari arah Palembang tujuan Riau, Sumut dan Aceh terdampak akibat insiden kecelakaan yang disebabkan kendaraan pribadi dan truk angkutan di sejumlah titik di wilayah Jalintim di bagian Sumatra Selatan.
Kondisi Jalan
Sejauh ini, lanjut dia, BPJN memastikan kondisi jalan nasional di Jambi kondisinya baik. Untuk mendukung kegiatan mudik Lebaran, pihak BPJN telah melakukan penutupan 5.200 lobang di jalan nasional yang ada di Provinsi Jambi.
"Kepadatan di Jambi itu dampak dari kemacetan di Palembang, berimbas serentak macet. Kita koordinasi terus dengan Dirlantas Polda Jambi, BPTD untuk memantau kondisi terkini. Hingga menjelang siang, kemacetan masih terjadi di daerah Sebapo, Muaro Jambi," tutup dia.