Jalan Lintas Timur Palembang-Jambi Makin Padat Jelang Lebaran, Ini Lokasi Rawan Macet di Musi Banyuasin
Berdasarkan pantauan kepolisian, kemacetan mulai dari Km 148 hingga Km 160 dan Km 176 sampai Km 185.
Kendaraan pemudik makin memadati Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Jambi. Kemacetan itu tak terhindarkan di beberapa titik.
Kemacetan yang sering terjadi berada di wilayah Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Berdasarkan pantauan kepolisian, kemacetan mulai dari Km 148 hingga Km 160 dan Km 176 sampai Km 185.
Kemacetan tersebut telah berlangsung sejak 14 Maret 2026 dan makin parah seiring bertambahnya kendaraan pemudik menjelang puncak musim mudik. Kendaraan merayap bahkan sering tak bergerak sama sekali.
Jalur ini menjadi perhatian kepolisian setempat. Sebab jalur itu merupakan akses utama penghubung Sumsel dan Jambi.
Faktor Pemicu Kemacetan
Kapolres Musi Banyuasin AKBP Ruri Prastowo mengatakan, beberapa faktor menjadi pemicu kemacetan di jalur tersebut. Mulai dari kontur jalan yang bergelombang dengan banyak tanjakan dan turunan sehingga membuat kendaraan besar melambat.
"Dari pantauan di lapangan, beberapa titik terpantau sering macet dan sangat dikhawatirkan jika tidak diatasi," kata Ruri, Rabu (18/3).
Faktor lain adalah masih banyaknya kendaraan truk besar yang melintas di jalur tersebut sehingga memperlambat arus lalu lintas, terutama saat volume kendaraan meningkat. Ketidaktertiban sebagian pengguna jalan juga turut memperparah kondisi kemacetan seperti melawan arus karena ingin lebih cepat sampai tujuan.
"Pemudik mau cepat sampai tapi malah bikin macet dam terjebak," kata Ruri.
Kerusakan Jalan
Belum lagi insiden kendaraan yang memgalami kerusakan di jalan, mulai dari truk terguling hingga patah as roda. Kejadian itu beberapa kali terjadi sepanjang arus mudik tahun ini.
Ada juga jalan yang belum dilakukan pelebaran. Jika ada lonjakan volume kendaraan otomatis tak tertampung lagi dan macet.
Untuk mengurai kemacetan yang tak kenal waktu, polisi setempat membentuk tim khusus dan penebalan personel. Sistem buka tutup jalur juga dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
"Kami standbykan alat berat, derek, dan mekanik untuk evakuasi cepat apabila ada kendaraan yang mengalami trouble agar lalulintas tetap lancar," kata Ruri.