Jeritan Sopir Angkutan Barang Terjebak di Jalan Lintas Jambi-Sumbar Putus Total, Antrean Truk Mengular 10 Kilometer

Namun, banyak sopir yang tidak memiliki uang lebih untuk membayar jalur alternatif tersebut.

Hidayat
Oleh Hidayat - Reporter
Jeritan Sopir Angkutan Barang Terjebak di Jalan Lintas Jambi-Sumbar Putus Total, Antrean Truk Mengular 10 Kilometer
Jeritan Sopir Angkutan Barang Terjebak di Jalan Lintas Jambi-Sumbar Putus Total, Antrean Truk Mengular 10 Kilometer (Merdeka.com)

Para sopir angkutan barang yang melintas di Jalan Nasional Jambi-Sumatera Barat mengeluhkan kondisi jalan yang putus total selama lebih dari satu minggu.

Akibatnya, mereka terjebak di jalan tanpa kepastian kapan bisa melanjutkan perjalanan, sementara pemasangan jembatan Bailey di lokasi belum juga rampung.

Putusnya jalan tersebut terjadi pada Minggu lalu akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan jembatan di jalur tersebut ambruk. Saat ini, antrean panjang kendaraan angkutan barang mencapai hampir 10 kilometer, membuat para sopir resah karena kehabisan bekal dan bahan bakar.

Salah satu sopir truk, Ogah mengungkapkan bahwa dirinya sudah terjebak selama satu minggu tanpa bisa bergerak. Meski ada jalan alternatif, jalur tersebut tidak bisa dilewati secara gratis.

"Kami disuruh bayar kalau lewat jalan alternatif. Biayanya Rp350 ribu untuk truk, Rp500 ribu untuk Fuso, dan Rp1 juta untuk bus angkutan,”katanya, saat diwawancarai pada Sabtu (8/3).

Namun, banyak sopir yang tidak memiliki uang lebih untuk membayar jalur alternatif tersebut.

"Kami tidak ada lagi uang jalan, bos juga tidak memberikan tambahan. Jadi kami hanya bisa menunggu jembatan selesai diperbaiki," ujarnya.

Selain biaya tinggi, kondisi jalan alternatif juga tidak memungkinkan bagi banyak kendaraan angkutan berat.

"Jalan alternatif masih berupa tanah, sangat berisiko bagi kendaraan dengan muatan berat. Kami takut tergelincir atau kendaraan rusak di tengah jalan," katanya.

Hal serupa yang diucapkan oleh Dedy Sopir angkutan barang mengatakan bahwa dia juga mengalami hal serupa. 

"Sudah lima hari saya terjebak di jalan ini. Kalau mau lewat jalan alternatif, harus bayar dan dikawal oleh masyarakat setempat," katanya.

Menurutnya, para sopir berharap ada solusi cepat dari pemerintah, terutama terkait percepatan pembangunan jembatan darurat.

"Kami sudah kehabisan uang dan bekal. Kalau jembatan Bailey belum selesai, bagaimana nasib kami?” ungkapnya dengan nada putus asa.

Berita sebelumnya, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi bergerak cepat mengatasi penanganan Jalan Lintas Jambi-Sumatera Barat dengan memasang jembatan Bailey

Kepala Satker PJN II Diaz Shodiq mengatakan sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bungo. Dia menjelaskan bahwa sementara ini, akan diambil langkah darurat untuk memastikan jalan lintas Bungo - Sumatera Barat tetap fungsional.

"Direncanakan darurat menggunakan jembatan bailey. Direncanakan akan menggunakan jembatan bailey (rangka baja portable),"katanya, pada Senin (03/03) saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Menurut dia, untuk sementara waktu, sebelum adanya Jembatan Bailey ini kendaraan belum bisa melewati ruas jalan tersebut. Sehingga pengendara diminta mengalihkan rutenya terlebih dahulu.

Rekomendasi