Hari Menanam Pohon, 16.000 Mangrove Ditanam Bertahap di Kawasan Pesisir Indonesia
Langkah Membumi Ecoground 2025, yang telah memasuki tahun keempat, sukses diselenggarakan pada 8-9 November di Taman Kota Peruri.
Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, Blibli Tiket Action berkomitmen terhadap keberlanjutan dengan mendonasikan 16.000 pohon mangrove yang akan ditanam secara bertahap di pesisir Indonesia. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pelanggan, di mana 10.500 pohon mangrove berhasil dikumpulkan melalui gerakan Langkah Membumi Ecoground, sementara 5.500 pohon lainnya berasal dari partisipasi pelanggan dalam berbagai program reguler Blibli sepanjang tahun, termasuk program Tukar Tambah, Misi Tanam Pohon, dan take back packaging.
"Inisiatif ini dihadirkan untuk memberikan dampak berkelanjutan bagi perlindungan ekosistem pesisir, penguatan ketahanan iklim, serta pemberdayaan masyarakat pesisir," ungkap COO dan Co-Founder Blibli, Lisa Widodo.
Dia menambahkan bahwa Langkah Membumi Ecoground 2025, yang telah memasuki tahun keempat, sukses diselenggarakan pada 8-9 November di Taman Kota Peruri, Jakarta Selatan, dan menjadi pendorong utama kontribusi tersebut.
"Acara ini menjadi tempat berkumpulnya komunitas, pelaku bisnis, pemerintah, dan generasi muda dalam dua hari penuh semangat kolaborasi untuk bumi. Kami mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat, aktif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan," jelas Lisa.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam acara Langkah Membumi Ecoground, mangrove terkumpul dari 6.000 pohon yang merupakan hasil konversi pembelian tiket oleh pengunjung, didukung oleh Jejakin, serta 1.000 pohon dari acara community run bersama Brodo Active, 1.000 pohon dari community cycling WCC Seli, dan 2.500 pohon dari pelari Fresh Track dalam rangka perayaan ulang tahun Ranch Market.
"Pencapaian 16.000 pohon mangrove ini adalah hasil nyata dari kerja sama. Kami sangat menghargai kontribusi dari pelanggan, komunitas, mitra bisnis, dan pemerintah yang bersama-sama menunjukkan bahwa aksi kecil yang dilakukan secara kolektif dapat memberikan dampak besar bagi bumi," kata Lisa.
"Semangat inilah yang terus memotivasi Blibli Tiket Action untuk membangun ekosistem berkelanjutan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat," tutupnya.
Dampak Inisiatif Membumi Ecoground
Lisa menyampaikan bahwa penanaman mangrove tahap pertama sebanyak 16.000 pohon telah dilakukan di Desa Ujung Alang, yang terletak di kawasan Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Jejakin. Ia menjelaskan bahwa daerah ini merupakan wilayah pesisir yang mengalami tekanan lingkungan yang cukup tinggi dan menghadapi masalah degradasi ekosistem mangrove yang signifikan.
"Hal ini menyebabkan masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan terdampak langsung. Oleh karena itu, penanaman mangrove ini menjadi sangat penting dalam mitigasi perubahan iklim karena menyerap karbon, melindungi wilayah pesisir, serta meningkatkan biodiversitas dan hasil laut seperti ikan, udang, dan kepiting yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat," papar Lisa.
Dia juga menjelaskan bahwa dengan tema 'CollaborAction for the Earth', Langkah Membumi Ecoground yang berada di bawah naungan Bibli Tiket Action, sebagai bagian dari Environmental Social Governance (ESG) dari ekosistem Blibli Tiket yang mencakup Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma, memiliki fokus pada isu pengelolaan limbah, sirkularitas, dan udara bersih.
"Kolaborasi lintas sektor ini selain berhasil mengumpulkan donasi mangrove sebanyak 10.500 pohon, pelaksanaannya yang diukur oleh lembaga independen Life Cycle Indonesia dengan mengacu pada ISO 14040/44 yang mengukur Life Cycle Assessment juga mencatat dampak LME pada lingkungan dan sosial," ucap Lisa.
Pengelolaan Lingkungan
Lisa menjelaskan bahwa pengelolaan lingkungan dalam acara Langkah Membumi Ecoground 2025 tercermin dari keberadaan booth keberlanjutan yang menampilkan berbagai inisiatif perusahaan. Inisiatif tersebut meliputi eco-packaging, fasilitas daur ulang, serta fitur edukatif untuk pelanggan guna membantu mengurangi jejak karbon.
"Booth ini merepresentasikan komitmen Blibli dalam membangun ekosistem berkelanjutan yang terintegrasi, di mana teknologi, gaya hidup, dan tanggung jawab lingkungan berjalan beriringan," ungkapnya.
Selain itu, dia juga menambahkan adanya program fashion waste take-back, di mana seragam dan pakaian bekas karyawan didaur ulang menjadi kain baru yang digunakan sebagai dekorasi di pintu masuk area Langkah Membumi Ecoground.
Lisa melanjutkan dengan menyampaikan bahwa hasil survei yang dilakukan oleh mitra dampak, Life Cycle Indonesia, menunjukkan bahwa 50,26 persen peserta merasa terdorong untuk mengubah perilaku pribadi mereka setelah mengikuti rangkaian acara tersebut.
"Ini memperkuat fungsi LME sebagai ruang edukasi publik yang dapat memengaruhi kebiasaan sehari-hari terkait pengelolaan sampah, gaya hidup aktif, dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab," tambahnya.
Tahun ini, Langkah Membumi Ecoground menghadirkan 40 sesi workshop serta kegiatan wellness dan olahraga, yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Aktivitas tersebut mencakup pengolahan material ramah lingkungan, wellness, dan praktik circularity yang relevan bagi generasi muda.