Gubernur Papua Minta TPID Perketat Sinergi Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran 2026
Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menekankan pentingnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperketat sinergi untuk kendalikan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Lebaran 2026. Simak langkah strategis yang diambil untuk
Gubernur Papua Mathius D Fakhiri meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk terus memperkuat sinergi. Permintaan ini disampaikan guna mengendalikan inflasi, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Lebaran 2026.
Koordinasi yang kuat antarinstansi menjadi sangat penting dalam upaya ini. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di seluruh wilayah Papua.
Fakhiri menjelaskan bahwa periode HBKN Ramadhan dan Lebaran biasanya ditandai dengan peningkatan permintaan kebutuhan pokok. Oleh karena itu, langkah strategis harus diambil untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan menjaga daya beli masyarakat. Pernyataan ini disampaikannya di Jayapura, setelah menghadiri High Level Meeting (HLM) TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Papua 2026 pada Kamis (5/3).
Tantangan Inflasi Papua di Awal 2026
Sepanjang tahun 2025, inflasi di Provinsi Papua masih berada dalam kondisi terkendali. Angka inflasi tidak melebihi batas atas sasaran inflasi nasional yang ditetapkan sebesar 3,5 persen.
Namun, pada Februari 2026, inflasi tercatat mencapai 3,94 persen. Angka ini perlu menjadi perhatian bersama karena telah melampaui batas sasaran inflasi nasional.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di Papua dipengaruhi oleh beberapa kelompok. Kelompok tersebut antara lain perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau.
Komoditas yang turut memberikan andil signifikan terhadap inflasi adalah emas perhiasan dan cabai rawit. Ini menunjukkan adanya tekanan harga pada beberapa sektor penting bagi masyarakat.
Strategi TPID Papua Jaga Stabilitas Harga
Untuk mengatasi tantangan inflasi, sinergi dan koordinasi yang kuat antara TPID provinsi dan kabupaten/kota sangat vital. Hal ini bertujuan untuk memastikan stabilitas ekonomi daerah dan menjaga kesejahteraan masyarakat Papua.
Pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan pelaksanaan operasi pasar. Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) perlu digencarkan di titik-titik strategis.
Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau. Komunikasi yang efektif dengan masyarakat melalui sinergi bersama media massa juga penting untuk menjaga stabilitas ekspektasi harga.
Secara umum, ketersediaan pasokan dan stabilitas harga masih relatif terjaga. Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu keempat Februari berada di angka minus 0,10. Angka ini termasuk dalam 10 IPH terendah di tingkat provinsi se-Indonesia, menunjukkan upaya pengendalian inflasi yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews