Gubernur Melki Pastikan Kesiapan Arus Mudik Idul Fitri NTT Aman dan Lancar
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, memastikan kesiapan Arus Mudik Idul Fitri NTT berjalan aman dan lancar melalui koordinasi lintas sektor, menjamin transportasi, ketersediaan bahan pokok, dan stabilitas harga.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan arus mudik Idul Fitri di wilayahnya. Koordinasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi terkait diperkuat. Tujuannya adalah menjamin perjalanan masyarakat aman dan lancar.
Rapat Forkopimda dipimpin Gubernur Melki di Rumah Jabatan Gubernur NTT di Kupang pada Jumat, 13 Maret 2026. Agenda strategis dibahas, termasuk kesiapan transportasi dan ketersediaan bahan pokok. Pengawasan perlintasan ilegal serta pencegahan konflik sosial juga menjadi fokus.
Gubernur Melki menekankan pentingnya transportasi laut dan udara yang aman. Masyarakat diharapkan dapat mudik dengan terlayani baik dan merasa aman. Pemerintah daerah berupaya penuh untuk kelancaran Idul Fitri.
Transportasi Aman untuk Kesiapan Arus Mudik Idul Fitri NTT
Gubernur Melki Laka Lena menggarisbawahi pentingnya keamanan transportasi bagi pemudik di NTT. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama menjamin kelancaran arus mudik. Fokus utama pada moda transportasi laut dan udara. Ini memastikan masyarakat terlayani baik dan merasa aman.
Pemerintah Provinsi NTT, melalui Dinas Perhubungan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), telah bertindak proaktif. Mereka melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan yang beroperasi. Pemeriksaan ini khusus di Pulau Timor, demi keselamatan menjelang Arus Mudik Idul Fitri NTT.
Langkah-langkah ini bagian dari upaya komprehensif pemerintah daerah. Tujuannya adalah meminimalkan risiko kecelakaan dan hambatan. Diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang.
Ketersediaan Bahan Pokok dan Stabilitas Harga di NTT
Selain transportasi, pemerintah daerah juga memprioritaskan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat NTT. Ini penting selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional. Data Bulog menunjukkan stok beras di Provinsi NTT mencapai sekitar 17.500 ton. Jumlah ini cukup untuk tiga bulan ke depan.
Pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT juga positif. Mereka memantau 17 jenis dan 26 komoditas pokok dari Januari hingga Februari 2026. Ketahanan stok mampu memenuhi kebutuhan hingga dua bulan selama hari raya. Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
Kenaikan harga terjadi pada daging sapi (2,94%), telur ayam (45%), bawang merah (14,28%), cabai merah besar (33,33%), cabai merah keriting (14,28%), dan cabai rawit merah (8,33%). Gubernur Melki memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan berkoordinasi. Koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Satuan Tugas Pangan Polda NTT untuk memantau harga pasar.
Pencegahan Konflik Sosial dan Pengawasan Perbatasan Efektif
Rapat Forkopimda juga membahas langkah pencegahan konflik sosial di NTT. Sengketa lahan di Adonara, Kabupaten Flores Timur, dan dinamika sosial di Kabupaten Alor menjadi perhatian. Gubernur Melki menekankan pendekatan dialog dan mediasi.
Pendekatan ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya mencari solusi damai dan berkelanjutan. Ini penting untuk menjaga keharmonisan dan ketertiban masyarakat.
Gubernur Melki juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat. Jalur perlintasan di perbatasan Wini, Motamasin, dan Oepoli diawasi. Pengawasan ini mencegah aktivitas lintas batas ilegal, baik orang maupun barang, dari dan ke Timor Leste. Keamanan dan kedaulatan wilayah harus terjaga optimal.
Sumber: AntaraNews