Gubernur Khofifah Bagikan Mushaf Madinah Hadiah Raja Salman, Pererat Persaudaraan Umat Islam
Gubernur Khofifah Indar Parawansa membagikan Mushaf Madinah cetakan Madinah Al-Munawwarah hadiah Raja Salman kepada masyarakat Jawa Timur, menjadi simbol persaudaraan dan cahaya Ramadhan yang menguatkan iman.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan Mushaf Madinah hadiah dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud kepada masyarakat di berbagai daerah di Jawa Timur. Pembagian ini dilakukan sepanjang kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan tahun ini, sebagai bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan pemahaman keagamaan umat.
Kegiatan berbagi Al-Qur'an ini merupakan salah satu amaliyah Ramadhan yang diharapkan dapat mendatangkan kemuliaan dan keberkahan di Bulan Suci Ramadhan. Khofifah menekankan pentingnya momen ini untuk memperdalam nilai-nilai kebaikan dan keimanan di tengah masyarakat.
Mushaf Madinah yang dibagikan merupakan cetakan asli dari Madinah Al-Munawwarah, yang secara khusus menjadi hadiah dari Raja Salman bagi umat Islam Indonesia. Pemberian ini tidak hanya sekadar simbol berbagi, tetapi juga cerminan hubungan persaudaraan yang erat antara Indonesia dan Arab Saudi.
Makna dan Simbolisme Mushaf Madinah
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Mushaf Madinah yang dibagikan merupakan hadiah istimewa dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, dicetak langsung di Madinah Al-Munawwarah. Ini menunjukkan perhatian khusus dari Kerajaan Arab Saudi terhadap umat Islam di Indonesia.
Pemberian Mushaf Madinah ini mencerminkan eratnya hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Arab Saudi, sekaligus menjadi simbol ukhuwah Islamiyah di antara Muslim. Khofifah menegaskan bahwa ini adalah bentuk persahabatan yang telah terjalin lama antara kedua negara.
Menurut Khofifah, Mushaf ini bukan hanya sekadar simbol berbagi di bulan suci Ramadhan, tetapi juga menjadi cahaya Ramadhan bagi masyarakat Jawa Timur. Lebih dari itu, Mushaf Madinah ini memiliki makna simbolik sebagai penghubung persaudaraan umat Islam dunia, dari Tanah Suci Makkah dan Madinah ke Nusantara.
Distribusi dan Harapan Gubernur Khofifah
Penyerahan Mushaf Madinah ini dilakukan di sejumlah daerah dalam rangkaian kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Beberapa daerah yang menjadi lokasi penyerahan antara lain Kabupaten Gresik, Pamekasan, Madiun, Lamongan, Tuban, Jombang, dan Nganjuk.
Khofifah berharap mushaf yang diterima masyarakat tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai panduan untuk memahami pesan moral dan nilai kehidupan yang terkandung dalam ayat-ayat suci.
“Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperdalam pemahaman nilai-nilai kebaikan,” ujar Khofifah. Ia berharap Mushaf Madinah ini menjadi penguat iman dan akhlak, khususnya bagi generasi muda, agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup di tengah masyarakat.
Keunggulan dan Tujuan Mulia Mushaf Madinah
Mushaf Madinah dikenal luas sebagai salah satu cetakan Al-Qur’an yang banyak digunakan di dunia Islam karena memiliki standar penulisan baku dan tajwid yang terjaga. Selain itu, tata letak ayatnya dirancang untuk memudahkan umat Islam dalam membaca dan mempelajarinya.
Penyerahan Mushaf Madinah ini juga dilakukan bersamaan dengan penyaluran berbagai bantuan sosial kepada masyarakat melalui program Sapa Bansos Amaliyah Ramadan. Hal ini sejalan dengan semangat Ramadhan untuk berbagi, merawat empati, dan menghadirkan kebaikan bagi sesama.
Gubernur Khofifah berharap Mushaf Madinah ini dapat menjadi cahaya Ramadhan yang menguatkan iman sekaligus mempererat persaudaraan umat. Pemberian ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung kegiatan keagamaan dan memperkuat nilai-nilai Islam di masyarakat.
Sumber: AntaraNews