Gubernur Banten Tegaskan Komitmen Dukungan Atlet Paralimpik Berprestasi Dunia: Handayani Jadi Inspirasi
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen kuatnya terhadap dukungan atlet paralimpik berprestasi, menyusul capaian medali emas Handayani di ASEAN Para Games 2026. Prestasi ini menjadi momentum penguatan ekosistem pembinaan.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen kuat pemerintah provinsi dalam memberikan dukungan penuh kepada para atlet paralimpik berprestasi di kancah internasional. Pernyataan ini disampaikan di Kota Serang pada Jumat, 30 Januari 2026, menyoroti pentingnya apresiasi terhadap dedikasi mereka.
Penegasan ini muncul menyusul keberhasilan gemilang atlet boccia asal Kota Cilegon, Handayani, yang berhasil meraih medali emas pada ajang ASEAN Para Games 2026 di Thailand. Prestasi Handayani membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mencapai puncak kejayaan.
Andra Soni menekankan, capaian luar biasa ini harus menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem pembinaan atlet paralimpik secara berkesinambungan. Pemerintah Provinsi Banten bertekad memastikan dukungan jangka panjang demi keberlanjutan prestasi hingga level dunia.
Apresiasi dan Komitmen Jangka Panjang Gubernur Banten
Andra Soni menyampaikan kebanggaan dan ucapan selamat kepada Handayani atas prestasinya yang mengharumkan nama Banten dan Indonesia. Ia menyebut, keberhasilan Handayani menjuarai kejuaraan antarbangsa di Thailand adalah bukti nyata semangat juang.
Gubernur menilai keberhasilan ini harus diikuti dengan perhatian jangka panjang, baik dalam aspek pembinaan, pendampingan mental, maupun dukungan lintas lembaga. Hal ini bertujuan agar atlet paralimpik memiliki kesinambungan prestasi hingga level dunia.
Andra Soni mengungkapkan bahwa Handayani saat ini berada di peringkat keempat dunia cabang olahraga boccia, sebuah posisi strategis untuk menatap ajang internasional berikutnya. Posisi ini menempatkannya sebagai salah satu atlet top di disiplinnya.
“Target ke depan adalah menjaga posisi ini agar lolos ke Asian Para Games di Nagoya dan puncaknya pada Paralimpiade Los Angeles 2028. Mari kita doakan bersama agar langkahnya dimudahkan,” ujar Andra Soni.
Peran Pemerintah Provinsi dan NPCI dalam Pembinaan Atlet
Terkait pola pembinaan, Gubernur menjelaskan bahwa secara teknis atlet paralimpik berada di bawah koordinasi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). NPCI adalah organisasi pembina atlet penyandang disabilitas di Indonesia.
Namun demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen memperkuat dukungan moral, fasilitasi, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. Ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga olahraga.
“Ini adalah hasil kerja keras NPCI. Namun, sebagai sesama warga Banten, saya sangat bangga atas pencapaian luar biasa ini,” ujar Andra Soni.
Handayani merupakan satu-satunya atlet asal Provinsi Banten yang mewakili Indonesia pada ASEAN Para Games 2026 dan berhasil mempersembahkan medali emas bagi Merah Putih di cabang boccia klasifikasi BC1.
Handayani: Inspirasi Prestasi Olahraga dan Akademik
Selain berprestasi di olahraga, Handayani juga menempuh pendidikan akademik hingga lulus sarjana dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada 2021. Ini mencerminkan keseimbangan antara prestasi olahraga dan pengembangan sumber daya manusia.
Atlet kelahiran Cilegon pada 5 Agustus 1996 itu telah menorehkan sejumlah prestasi gemilang di berbagai ajang. Dedikasinya dalam latihan dan pertandingan telah membuahkan hasil yang membanggakan.
Prestasi tersebut antara lain medali emas Peparnas XVI Papua 2021, medali di ASEAN Para Games Solo dan Kamboja, serta medali perak Asian Para Games Guangzhou. Capaian ini menunjukkan konsistensi Handayani di level nasional maupun internasional.
Harapan Atlet untuk Dukungan Berkelanjutan
Handayani menyampaikan bahwa perhatian langsung dari Gubernur Banten menjadi dorongan psikologis penting untuk menjaga motivasi bertanding. Dukungan semacam ini sangat berarti bagi para atlet untuk terus berjuang.
“Dukungan ini sangat berarti dan menjadi semangat bagi saya untuk terus berprestasi,” kata Handayani.
Fokusnya saat ini adalah menjalani latihan intensif enam hari dalam seminggu, menjaga kondisi fisik, pola makan, hingga kesiapan mental agar lebih tenang saat bertanding. Persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap atlet paralimpik dapat terus ditingkatkan agar pembinaan berjalan konsisten dan berkelanjutan. Dukungan yang berkesinambungan akan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi.
Sumber: AntaraNews