Forkopimca Kelapa Gading Salurkan Bantuan Banjir, Akses Lokasi Pakai Perahu
Forkopimca Kelapa Gading bergerak cepat menyalurkan bantuan banjir kepada ratusan penyintas di Pegangsaan Dua menggunakan perahu, meringankan beban warga terdampak.
Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Kelapa Gading, Jakarta Utara, sigap menyalurkan bantuan darurat kepada ratusan penyintas banjir di RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua pada Minggu (18/1). Aksi kemanusiaan ini dilakukan menyusul tingginya curah hujan yang menyebabkan pemukiman warga terendam banjir.
Penyaluran bantuan banjir Kelapa Gading ini melibatkan personel TNI, Polri, dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan distribusi logistik berjalan lancar. Bantuan berupa sembako disalurkan langsung ke lokasi pengungsian yang sulit dijangkau.
Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra mengungkapkan bahwa akses menuju lokasi pengungsian harus menggunakan perahu karena ketinggian air mencapai 50 hingga 60 sentimeter. Upaya ini bertujuan meringankan beban warga di masa darurat.
Distribusi Logistik dan Pemantauan Wilayah
Dalam penyaluran bantuan banjir Kelapa Gading, Forkopimca Kelapa Gading mendistribusikan 70 kilogram beras dan 14 dus mi instan kepada warga terdampak. Bantuan ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan rutin yang melibatkan berbagai unsur pimpinan kecamatan.
Kompol Seto Handoko Putra menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian. Tujuannya adalah memastikan warga memiliki makanan dan kebutuhan pokok selama masa pemulihan pasca-banjir.
Selain menyalurkan bantuan, Forkopimca juga terus memantau kondisi wilayah untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap perkembangan cuaca dan situasi di sekitar mereka.
Kehadiran pemerintah dan instansi terkait dalam penanganan bencana ini diharapkan dapat meringankan beban serta mengurangi kesulitan yang dialami warga. Hal ini juga menunjukkan komitmen dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Ratusan Warga Mengungsi Akibat Banjir
Akibat genangan air yang cukup tinggi, sebanyak 201 warga dari RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kondisi rumah mereka yang terendam membuat tidak memungkinkan untuk bertahan.
Lurah Pegangsaan Dua Sarmudi merinci bahwa para pengungsi tersebar di beberapa tempat penampungan sementara. Lokasi-lokasi ini meliputi masjid, mushola, serta gardu warga yang difungsikan sebagai posko pengungsian.
Dari total pengungsi tersebut, terdapat kelompok rentan yang menjadi perhatian khusus, yaitu 19 lansia dan 37 balita serta anak-anak. Mereka ditampung bersama anggota keluarga lainnya dalam kondisi yang serba terbatas.
Sarmudi menambahkan bahwa RT 007/03 tercatat tidak ada warganya yang mengungsi, menunjukkan dampak banjir yang bervariasi di setiap RT. Pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para pengungsi.
Sumber: AntaraNews