Fenomena Sinkhole: Ahli Geologi Ungkap Penyebab Kerap Terjadi di Bukit Kapur
Ahli geologi menjelaskan mengapa fenomena sinkhole, atau tanah ambles, sering muncul di daerah bukit kapur seperti Nagari Situjuah Batua, Sumatera Barat, dan potensi bahayanya.
Fenomena sinkhole, atau tanah ambles secara tiba-tiba dengan diameter besar, kembali menjadi perhatian di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat dan menarik perhatian para ahli geologi. Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward, memberikan penjelasan komprehensif mengenai fenomena alam ini.
Menurut Ade Edward, kemunculan lubang raksasa ini bukanlah hal yang aneh, terutama di wilayah dengan karakteristik geologi tertentu. Ia menegaskan bahwa fenomena sinkhole sangat umum terjadi di daerah bukit kapur, lokasi di mana Nagari Situjuah Batua berada. Penjelasan ini membantu masyarakat memahami lebih dalam tentang kondisi geologis di lingkungan mereka.
Ade Edward mengungkapkan bahwa Nagari Situjuah Batua sebenarnya merupakan kawasan batuan kapur yang tertutup material erupsi Gunung Sago. Kondisi ini menyebabkan karakteristik geologisnya tidak terlihat jelas di permukaan, namun tetap memengaruhi potensi terjadinya fenomena sinkhole. Masyarakat setempat memanfaatkan kawasan subur ini sebagai lahan pertanian, yang menambah kompleksitas risiko yang ada.
Sinkhole: Karakteristik dan Penyebab di Kawasan Kapur
Fenomena sinkhole terjadi karena sifat batuan kapur yang mudah larut ketika terkena air hujan. Proses pelarutan ini secara bertahap menciptakan retakan di bawah permukaan tanah. Retakan yang terus membesar pada akhirnya dapat menyebabkan amblesan tanah yang membentuk lubang besar atau sinkhole.
Ade Edward menjelaskan bahwa meskipun Nagari Situjuah Batua terlihat subur dan digunakan sebagai lahan pertanian, lapisan bawahnya didominasi oleh batuan kapur. Lapisan kapur ini tertutup oleh material vulkanik dari erupsi Gunung Sago, sehingga karakteristik geologisnya tidak langsung terlihat. Kondisi geologi inilah yang menjadi faktor utama seringnya terjadi fenomena sinkhole di wilayah tersebut.
Kejadian serupa tidak hanya terjadi di Nagari Situjuah Batua. Ade Edward mencontohkan bahwa fenomena lubang besar yang tiba-tiba muncul di permukaan tanah juga pernah terjadi di daerah Kamang, Kabupaten Agam. Kamang juga dikenal sebagai kawasan batuan kapur, memperkuat argumen bahwa jenis batuan ini sangat rentan terhadap pembentukan sinkhole.
Ancaman dan Mitigasi Fenomena Sinkhole
Salah satu bahaya utama dari fenomena sinkhole adalah keberadaan sungai bawah tanah di lokasi kejadian. Kondisi ini dapat sangat membahayakan keselamatan masyarakat, terutama jika sinkhole muncul di area pemukiman atau berdekatan dengan rumah warga. Adanya aliran air di bawah tanah mempercepat proses erosi dan pelarutan batuan kapur, meningkatkan risiko amblesan.
Ade Edward menduga bahwa kejadian tanah berlubang di Nagari Situjuah Batua kemungkinan disebabkan oleh penyumbatan di bawah tanah yang kemudian memicu retakan. Retakan ini, seiring waktu, mengakibatkan tanah di atasnya tiba-tiba ambruk, membentuk lubang besar. Proses ini menunjukkan dinamika geologis yang kompleks di bawah permukaan tanah.
Untuk mencegah kecelakaan dan dampak yang lebih buruk, Ade Edward menyarankan agar pemerintah daerah atau masyarakat segera mengambil tindakan. Penutupan atau penimbunan lubang dengan material seperti tanah, pasir, dan batu, bahkan pengecoran, sangat diperlukan. Langkah mitigasi ini krusial untuk menjaga keamanan warga dan infrastruktur di sekitar lokasi.
Masyarakat lokal di Situjuah sendiri sudah tidak asing dengan fenomena ini. Mereka bahkan memiliki istilah khusus untuk menyebutnya, yaitu "Sawah Luluih". Istilah ini menunjukkan bahwa kejadian sinkhole sudah menjadi bagian dari pengetahuan lokal dan pengalaman hidup masyarakat setempat.
Sumber: AntaraNews