Fakta Kesehatan: 570 Balita Stunting, Wali Kota Magelang Ajak Bersatu dalam Pencegahan Stunting Magelang
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu mencegah stunting di daerahnya. Program Genting diluncurkan untuk menekan angka stunting di Magelang, yang kini mencapai 570 balita. Bagaimana peran masyarakat dalam Pencegahan
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, secara tegas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan dalam upaya serius mencegah stunting di wilayahnya. Ajakan ini disampaikan pada Senin, 16 September, dalam kegiatan Forum Wali Kota Merangkul yang diselenggarakan di Balai Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Magelang.
Langkah proaktif ini diambil mengingat masalah stunting bukan hanya menjadi urusan pemerintah semata, melainkan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan kepedulian bersama dari berbagai lapisan masyarakat. Hal ini krusial karena menyangkut masa depan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkualitas, sehingga perlu perhatian serius dari semua pihak.
Pemerintah Kota Magelang sendiri telah menunjukkan komitmen kuat dengan meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) pada Agustus lalu. Program inovatif berbasis komunitas ini diharapkan dapat secara signifikan menekan angka stunting yang saat ini masih menjadi perhatian serius di Kota Magelang, serta mendorong partisipasi aktif warga.
Sinergi Masyarakat Kunci Pencegahan Stunting Magelang
Wali Kota Damar Prasetyono menekankan bahwa upaya Pencegahan Stunting Magelang memerlukan kolaborasi erat dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, tetangga, hingga organisasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap warga memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak tumbuh kembang secara optimal dan terhindar dari kondisi kurang gizi kronis.
"Masalah stunting menjadi tanggung jawab bersama, butuh kepedulian bersama. Karena menyangkut masa depan anak-anak kita," ujar Wali Kota Damar Prasetyono, menggarisbawahi urgensi masalah ini yang berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia.
Pencegahan dan penanganan stunting tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah daerah saja. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari keluarga inti hingga komunitas yang lebih luas, sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang sehat dan gizi seimbang.
Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama ibu hamil dan balita, menjadi fondasi utama dalam gerakan ini. Masyarakat diharapkan dapat memantau kondisi tetangga yang sedang hamil, memastikan mereka mendapat layanan kesehatan yang memadai, serta memberikan dukungan moral dan material jika diperlukan.
Inovasi Program Genting dan Intervensi Pemerintah Kota
Sebagai wujud nyata komitmen dalam Pencegahan Stunting Magelang, Pemerintah Kota Magelang telah meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini merupakan inisiatif mandiri masyarakat yang peduli terhadap tumbuh kembang anak, bertujuan untuk memberikan dukungan gizi dan kesehatan bagi balita yang berisiko stunting.
Respons masyarakat terhadap program Genting ini sangat positif dan membanggakan, menunjukkan kesadaran kolektif yang tinggi. "Ini luar biasa, karena lahir dari gerakan mandiri masyarakat. Saya berharap angka stunting di Kota Magelang bisa segera ditekan," kata Wali Kota Damar Prasetyono dengan optimis, melihat potensi besar dari gerakan ini.
Saat ini, tercatat sekitar 570 balita mengalami stunting di Kota Magelang, sebuah angka yang memerlukan perhatian serius. Faktor penyebabnya beragam, antara lain pernikahan dini yang berisiko pada kesehatan reproduksi ibu dan anak, serta kondisi ibu hamil yang belum memenuhi syarat kesehatan optimal.
Pemerintah Kota Magelang secara berkelanjutan melakukan intervensi langsung melalui berbagai program komprehensif. Ini termasuk pemberian makanan tambahan (PMT) intensif selama enam bulan bagi balita dan ibu hamil di posyandu, suplementasi vitamin penambah darah bagi remaja putri, serta sosialisasi dan edukasi yang gencar oleh kader kesehatan kepada masyarakat. Wali Kota juga secara khusus meminta kader untuk terus aktif dalam sosialisasi dan mengajak masyarakat peduli lingkungan sekitar, memastikan setiap ibu hamil mendapat layanan kesehatan yang layak dan dukungan yang diperlukan.
Sumber: AntaraNews