Evakuasi Dramatis Nenek 70 Tahun yang Jatuh ke Sumur Beracun
Proses penyelamatan nenek yang jatuh ke dalam sumur di Kampung Lembursawah, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, berlangsung dengan penuh ketegangan.
Proses penyelamatan seorang nenek yang jatuh ke dalam sumur di Kampung Lembursawah, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Sukabumi, Jawa Barat, berlangsung dengan penuh drama.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) harus menghadapi ancaman gas beracun sebelum berhasil mengevakuasi jenazah korban, pada Selasa (23/12).
Korban yang bernama Juansih (70) mengalami kejadian tragis ini sekitar pukul 15.10 WIB saat ia sedang membersihkan halaman belakang rumahnya.
Tanpa disadari, ia menginjak kayu penutup sumur yang sudah lapuk dan tersembunyi di bawah tumpukan rumput. Akibatnya, Juansih terjatuh ke dalam sumur yang memiliki kedalaman tiga meter.
Komandan Pos (Danpos) Damkar Jampangkulon, Lelan Priatman, menjelaskan bahwa timnya segera berangkat ke lokasi delapan menit setelah menerima laporan pada pukul 15.30 WIB.
Setibanya di lokasi, mereka dihadapkan pada tantangan besar yang dapat membahayakan nyawa.
"Objek yang kami tangani adalah penyelamatan manusia, yaitu orang yang jatuh ke dalam sumur. Kami mengalami kesulitan karena diduga ada gas beracun di dalam sumur," ungkap Lelan Priatman.
Untuk mengurangi risiko keracunan, petugas terlebih dahulu melakukan teknik ventilasi untuk mengurai gas berbahaya di dasar sumur sebelum melanjutkan proses pengangkatan.
Setelah area dinyatakan aman, petugas kemudian turun untuk mengevakuasi tubuh korban.
"Alhamdulillah, evakuasi berhasil dilakukan. Namun, saat korban berhasil diangkat, kondisinya sudah meninggal dunia," tambah Lelan.
Operasi penyelamatan ini melibatkan lima personel Damkar, yaitu Lelan Priatman, Khairul Anam, Yoga Pebrian, Aldi Hidayat, dan Hadin Gustiana.
Proses yang memakan waktu sekitar 50 menit ini dinyatakan selesai pada pukul 16.20 WIB dengan dukungan pengamanan dari Polsek Jampangkulon dan pemerintah desa setempat.
Menyusul kejadian ini, pihak Damkar mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap keberadaan lubang atau sumur tua.
"Kami meminta masyarakat untuk memastikan bahwa sumur ditutup dengan aman dan kuat agar tragedi serupa tidak terulang lagi," tutupnya.