Dukungan Pemkab Pati Kuatkan Sektor Perikanan Tangkap dan Budidaya
Pemerintah Kabupaten Pati menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan dukungan penuh untuk sektor perikanan, terutama perikanan tangkap, yang menjadi andalan ekonomi daerah dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan sektor perikanan, khususnya perikanan tangkap laut yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra secara langsung menyampaikan hal ini saat menghadiri tradisi sedekah laut di Juwana.
Kehadiran Pemkab Pati dalam acara sedekah laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Unit II, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Pati, pada Minggu (29/3), bukan hanya sebagai bentuk penghormatan budaya. Ini juga menjadi simbol doa dan harapan agar para nelayan memperoleh hasil tangkapan melimpah serta harga jual yang baik.
Tradisi sedekah laut ini merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang berlangsung sejak Jumat (27/3) hingga Selasa (31/3), dimeriahkan berbagai kesenian rakyat. Komitmen ini sejalan dengan capaian signifikan sektor perikanan tangkap Pati sepanjang tahun 2025.
Komitmen dan Tradisi Sedekah Laut sebagai Wujud Dukungan
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah dalam tradisi sedekah laut merupakan wujud dukungan nyata terhadap sektor perikanan. Tradisi tahunan ini telah mengakar kuat dalam masyarakat nelayan Pati, khususnya di Juwana.
Acara sedekah laut yang digelar di TPI Unit II, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Pati, menjadi momen penting bagi pemerintah untuk berinteraksi langsung dengan para nelayan. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana mendoakan keberkahan bagi seluruh nelayan.
Pemerintah berharap agar para nelayan dapat memperoleh hasil tangkapan yang melimpah ruah di laut. Selain itu, kelancaran dalam pemasaran hasil laut serta harga jual yang menguntungkan juga menjadi fokus harapan Pemkab Pati.
Rangkaian tradisi sedekah laut ini berlangsung meriah selama beberapa hari, melibatkan berbagai pertunjukan kesenian rakyat. Mulai dari ketoprak hingga hiburan lainnya, semua bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan masyarakat nelayan.
Capaian Gemilang Sektor Perikanan Tangkap Pati 2025
Sektor perikanan tangkap di Kabupaten Pati menunjukkan kinerja yang sangat membanggakan sepanjang tahun 2025. Produksi perikanan tangkap tercatat mencapai angka fantastis, yaitu 64.597.419 kilogram.
Nilai produksi dari hasil tangkapan tersebut juga tidak kalah impresif, mencapai Rp1,1 triliun, menjadikannya salah satu penopang utama perekonomian daerah. Data ini merupakan akumulasi dari berbagai jenis ikan dan alat tangkap yang digunakan nelayan.
Ikan layang menjadi komoditas penyumbang terbesar dengan volume 28.648.678 kilogram dan nilai produksi sekitar Rp610 miliar. Disusul oleh ikan lemuru/sero sebanyak 15.842.435 kilogram dengan nilai lebih dari Rp207 miliar.
Komoditas lain seperti ikan kuniran menyumbang 6.320.881 kilogram senilai Rp48,2 miliar, dan ikan tongkol mencapai 6.029.500 kilogram dengan nilai produksi Rp100,5 miliar. Alat tangkap pukat cincin mendominasi hasil tangkapan ikan pelagis seperti layang.
Potensi Pengembangan dan Diversifikasi Sektor Perikanan
Capaian produksi dan nilai ekonomi yang tinggi ini menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Kabupaten Pati. Peningkatan produktivitas menjadi salah satu fokus utama.
Selain itu, upaya peningkatan kualitas hasil tangkapan juga krusial untuk menjaga daya saing di pasar. Penguatan akses pasar bagi para nelayan juga menjadi perhatian agar hasil tangkapan dapat terserap optimal dengan harga terbaik.
Tidak hanya perikanan tangkap, Kabupaten Pati juga menunjukkan kemajuan signifikan pada sektor budidaya ikan air tawar. Daerah ini memiliki sumber daya melimpah untuk komoditas seperti nila salin, bandeng, dan udang.
Pemerintah daerah tengah aktif mengembangkan desa-desa pesisir yang memiliki potensi budidaya tersebut. Optimalisasi potensi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian masyarakat setempat.
Sumber: AntaraNews