DPD Gerindra Sindir 9 Kepala Daerah Bali Tak Ikut Retret: Ini Program Presiden, Harusnya Datang
De Gadjah mengatakan, seharusnya kepala daerah mematuhi arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala negara yang dipilih oleh rakyat.
Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya atau De Gadjah menyorot sikap sembilan kepala daerah di Bali yang tidak mengikuti retret kepala daerah di Akademi Militer Magelang. Salah satu kepala daerah yang tidak hadir retret adalah Gubernur Bali I Wayan Koster.
De Gadjah mengatakan, seharusnya kepala daerah mematuhi arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala negara yang dipilih oleh rakyat.
"Intinya kepala daerah dipilih oleh rakyat, kepala daerah harus mengikuti instruksi dari Presiden. Kan ini program Presiden, seharusnya ya datang," kata De Gadjah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/2).
Namun demikian, dia tak mau mencampuri lebih jauh. Apalagi jika memang ketidakhadiran para kepala daerah memang karena perintah partai.
"Tapi kalau nggak datang, itu ya kembali lagi ke kebijakannya masing-masing. Mau mengikuti partai, silakan," katanya.
"Saya tidak komentar urusan internal partai, kalau urusan rakyat itu yang saya komentari. Kalau untuk urusan internal partai saya nggak komentar," ujarnya.
Seperti diketahui, sembilan kepala daerah dari Bali, termasuk Gubernur Bali Wayan Koster membatalkan kehadiran di acara retret di Akmil Magelang.
Khusus kepala daerah dari PDIP, ketidakhadiran mereka karena instruksi yang dikeluarkan Megawati setelah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ditahan.Sementara, retret tersebut merupakan program Presiden Prabowo Subianto setelah pelantikan kepala daerah pada Kamis (20/2) di Istana Negara.