DLH Jayawijaya Gandeng Ojek Jadi Mitra Utama Jaga Kebersihan Wamena
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jayawijaya menggandeng tukang ojek sebagai mitra penting dalam upaya menjaga kebersihan Kota Wamena, mendukung program "Indonesia Asri" dan visi daerah.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mengambil langkah inovatif dengan melibatkan tukang ojek sebagai mitra utama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Inisiatif ini bertujuan menciptakan Kota Wamena yang lebih bersih, sehat, dan indah bagi seluruh warganya. Plt Kepala DLH Jayawijaya, dr Idawati Waromi Murib, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat.
Keterlibatan komunitas ojek ini merupakan bagian dari strategi DLH untuk tidak bekerja sendiri dalam mengelola kebersihan di Jayawijaya. dr Idawati menjelaskan bahwa menjaga kebersihan Wamena membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat dan komunitas, salah satunya tukang ojek. Langkah ini diumumkan pada Sabtu (06/6), menunjukkan komitmen pemerintah daerah.
Sebagai bentuk dukungan, DLH telah menyerahkan rompi dan alat-alat kebersihan kepada 20 pangkalan ojek di wilayah Wamena beberapa waktu lalu. Penyerahan ini diharapkan dapat memotivasi para tukang ojek untuk turut serta menjaga kebersihan, khususnya di area pangkalan mereka. Program ini sejalan dengan visi "Indonesia Asri" yang digagas pemerintah.
Kolaborasi Strategis DLH dan Komunitas Ojek
Kolaborasi antara DLH Jayawijaya dan komunitas ojek ini menjadi contoh sinergi yang efektif antara pemerintah daerah dan masyarakat. dr Idawati Waromi Murib menekankan bahwa kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama. Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target kebersihan di wilayah perkotaan Wamena.
Sebanyak 20 pangkalan ojek di Wamena telah menerima dukungan berupa rompi dan perlengkapan kebersihan dari DLH. Bantuan ini tidak hanya sebagai simbol kemitraan, tetapi juga alat praktis bagi para tukang ojek. Mereka diharapkan dapat menjaga area pangkalan tetap bersih dan nyaman, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
Tujuan utama dari pemberian fasilitas ini adalah untuk mendorong kesadaran dan partisipasi aktif dari para tukang ojek. Dengan kondisi pangkalan yang bersih, mereka dapat bekerja lebih baik dan memberikan contoh positif kepada masyarakat. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari upaya DLH Jayawijaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan.
Ojek sebagai Agen Sosialisasi Kebersihan dan Program "Indonesia Asri"
Selain menjaga kebersihan fisik, para tukang ojek juga diharapkan menjadi agen sosialisasi kebersihan di tengah masyarakat Kota Wamena. DLH Jayawijaya ingin mereka membantu menyebarkan pesan penting tentang larangan membuang sampah sembarangan. Peran ini sangat strategis mengingat mobilitas tinggi para tukang ojek di seluruh penjuru kota.
Program kemitraan ini secara langsung mendukung program nasional "Indonesia Asri", yang berarti aman, sehat, resik, dan indah. DLH Jayawijaya juga memiliki program lokal bernama "Jayawijaya Dani" (damai, aman, nyaman, dan indah). Kedua program ini saling melengkapi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik.
Inisiatif ini juga selaras dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, Atenius Murib-Ronny Elopere, untuk mengembalikan keindahan dan kebersihan Kota Wamena seperti sedia kala. Selain itu, program ini turut mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto terkait Indonesia Asri. Keterlibatan ojek menjadi kunci dalam mencapai tujuan-tujuan besar ini.
Sumber: AntaraNews